Friday, March 26, 2021

TV LED POLYTRON Rusak

 TV LED POLYTRON TYPE PLD 24T810

Jenis tv terbaru ini mempunyai kelemahan di power supply dan ini sangat menjengkelkan seperti :



Sederet diode 3A yang di paraler namun bermutu rendah

Hingga mudah sekali panas dan terjadi hubungan singkat.

Mengakibatkan transistor fet 7N56C( bisa di ganti K2996 biar awet)
Rusak tidak cukup di situ saja DZ 521,DZ520 8.2v jadi hubungan singkat.di ikuti juga diodeD501.D502 2A.Sederet diode penyearah juga ikut sort.

sungguh luar biasa.lengkaplah suda penderitaan power supply tv polytron ini.untuk para pemula silahkan lihat gambar yang beri tanda kotak merah

Jangan lupa untuk mencek tl431 beserta pc8<17 .jika tegangan drop dari semestinya coba periksa Tr D444 .

SEKIAN SEMOGA BERMANFAAT.
Jika ada kekurangan,tambah sendiri ,

Polytron Led Type PLD32T700

kerusakan ini adalah mati total.
kami melakukan pengecekan :
buka casing, check teganngan input maupun output akhirnya di temukan 4 dioda D 503 - D506 short , akhirnya kami melakukan pengantian dioda yang jebol tersebut, selanjutnya dilakukan pengetesan dan alhamdulillah tegangan 5V terukur normal. untuk memastikan apakah seluruh tegangan normal saya melakukan jumper teg 5V ke pin stby dengan Resistor 100 ohm semua terukur normal 5V,12V. selanjutnya kami melakukan pengetesan dengan memasang soket soket ke mainboard Polytron PLD32T700, dan tampak lampu indikator menyala biru, setelah saya tekan remote power on ternyata tampak ada gambar namun gelap, ternyata backlight tidak bekerja, tegangan output VOT1-VOT3 terukur hanya 12V ini membuktikan bahwa driver tegangan backlight led tidak bekerja, setelah dilakukan pengecekan ulang ternyata R557 dan R558 putus setelah dilakukan pengantian akhirnya saya lakukan pengetesan ulang ternyata hasilnya sama saja, selanjutnya kami melakukan pengantian ic driver OB3350CP selanjutnya dilakukan pengetesan dan akhirnya semua bisa berjalan normal.

Monday, March 22, 2021

KARAKTER RADIO BAOFENG dan CARA MENYIASATINYA menurut MARTO SUMARTIN

BERIKUT INI ADALAH HASIL ANALISA SAYA (MARTO SUMARTIN) MENGENAI RADIO BAOFENG




1.DAYA TIDAK SESUAI YANG TERTULIS
Radio Baofeng umumnya memiliki watt yang agak jauh dibawah nilai yg tertulis.. baofeng bf-888s yg di-claim 5 watt atau mendekati 5 watt ternyata cm kisaran 1 watt saja

2 RECEIVER BUDEG ALIAS GA SENSITIF
Coba lakukan perbandingan antara ht baofeng dengan ht jepang semacam alinco dan icom dengan antena luar..hasilnya terpaut sangat jauh

3 AUDIO TRANSMIT YANG KURANG KERAS
Ini udah jadi ciri khas HT buatan china sejak jaman Suicom muncul sampai hari ini
bila dipake ngebrik beramai ramai pasti pemakai baofeng akan disuruh mendekat ke mic atau bersuara lebih keras
apalagi kl ngumpulnya di chanel yg sering dipake racing/adu jaug dan adu kuat pancaran..mereka audionya sangat keras
jadi kasihan orang lain saat mendengarkan kita suara kecil giliran orang lain yg ngomong suara keras..audio kecil sering membuat briker diacuhkan saat minta gabung..pait ga tuh!

SOLUSI MUJARAB DARI MBAH MARTO SUMARTIN

1. POWER YG KURANG 
bisa disiasati dengan menggunakan antena luar dan antena yg panjang semacam NA771 murah cm 17rb tapi perlu dicatat BAHWA MENGGANTI ANTENA AKAN MEMBUAT BAOFENG TAMBAH BUDEG ALIAS TAMBAHGA SENSITIF
kelar deh loe ha..ha..ha nanti saya tolong..tapi sabar dulu

2 RECEIVER BUDEG ALIAS GA SENSITIF 
bisa diatasi dengan menggunakan mode "Narrow Band" dan "DISUNAT" weleh..weleh apanya yg disunat?
lihat gambar ini


solusi itu dah pasti menyembuhkan budegnya baofeng saat pake antena lapangan

kalau mau pake antena luar atau antena super stick adapter BNC-nya juga perlu disunat
tapi maaf kl kurang beruntung masih blm sembuh budeg nya atau ......  cm sembuh sebentar..ha..ha..ha parah juga nih radio
banting..banting..injek saja atau ikuti info selanjutnya

Antena luar yg cocok untuk ht baofeng adalah jpole dan slimjim, antena lain ga cocok.. sudah terbukti ga budeg


ini foto kami mudik lebaran 2019.. kami menginap di kebasen.. bisa kontak ke purwokerto dan beberapa tempat lain, perangkat yg saya gunakan baofeng uv82.. komunikasi mulus tanpa kesulitan baik pancaran maupun tangkapan..tanpa repeater tentunya



kenapa ya baofeng ini rewel ga bisa satu solusi langsung beres..
sabar bro..loe cm membaca keles!!, saya apalagi yg musti menyelidiki dari a-z kl ga sabar info ini ga muncul deh yang ada HT dibanting he..he..he

masih tersisa 2 penyebab baofeng tidak sensitif / sensitip

Adapter BNC yg sekarang beredar tidak sebaik yg 10 tahun lalu yg bisa tetap prima walau dipasang dicabut puluhan kali
loham inner yg dipake sekarang kurang elastis..itu penyebab budeg sembuh sesaat lalu kumat
lihat gambar ini 



bisa disiasati dengan merapatkan logam kembali dengan paku kecil

tapi kalo mau pake antena luar semacam high gain, ringo / ring-O akan menyisakan kebudekan dengan prosentase sedang sampai menengah
weleh apa lagi maunya baofeng ini..kok nyebelin
cara menyiasatinya dengan menggunakan antena yang tanpa baloon/loading coil/ring karena maunya baofeng adalah antena yg sisi + dan ground tidak terhubung sama sekali
jadi jangan heran kl pake antena super stick bisa lebih peka daripada pake high gain/ringo

kalo semua sudah dikerjakan saya ucapkan selamat ..baofeng annda sudah peka.. paling tidak 70-80% dari HT branded/legend

kalau mau yg lebih edan stabilitas dan kepekaannya silahkan ht baofeng anda dibeginikan, sebenarnya saya mau melindungi bagian belakang konektor tp blm terlaksana








selanjutnya dirapikan menjadi seperti ini





jangan lupa sebelum memulai proses sebut nama mbah marto 3x biar kelihatan aneh dan tidak wajar

ini salah satu racun dari saya buat untuk yg suka ke alam liar..
yaitu cara menyalahgunakan tripod hp





Saturday, March 20, 2021

Transistor sebagai Rangkaian Delay

 Transistor sebagai Rangkaian Delay








Sesuai dengan namanya, "Delay" yang berarti tunda, rangkaian ini menunda beberapa waktu untuk menghabiskan trigger yang diberi sebelumnya.
Rangkaian ini juga bekerja sesuai dengan cara kerja Kapasitor. sama seperti Flip-Flop.
Apabila anda memberi sekali trigger pada transistor, maka muatan kapasitor akan terisi sehingga transistor akan terus aktif untuk beberapa saat sampai seluruh muatan yang ada pada kapasitor benar benar habis.
Lamanya waktu tunda dipengaruhi oleh besarnya kapasitansi Kapasitor (C1), sedangkan lamanya waktu pengisian dipengaruhi oleh besarnya nilai resistansi Resistor (R1).
Jika nilai kapasitansi Kapasitornya besar, maka waktu yang dibutuhkan untuk menghabiskan seluruh muatan yang tersimpan di dalam kapasitor tersebut juga semakin lama, sehingga transistor akan terus diberi trigger oleh kapasitor tersebut dan aktif lebih lama pula. begitu juga sebaliknya.
Jika nilai resistansi Resistornya besar, maka waktu yang dibutuhkan untuk mengisi muatan kapasitor hingga benar benar penuh juga cukup lama, sehingga anda harus menahan triggernya hingga beberapa waktu hingga kapasitornya terisi penuh. begitu juga sebaliknya.

Anda dapat menggunakan rangkaian ini untuk berbagai keperluan. sebagai contoh, anda dapat membuat sebuah lampu tang dihidupkan dengan satu kali trigger dan akan mati secara otomatis setelah beberapa saat. silahkan gunakan kreativitas anda dengan rangkaian ini.

Transistor sebagai Indikator Charger

 





        Rangkaian yang satu ini merupakan Indikator pengisi baterai, dengan kata lain... apabila sebuah baterai yang sedang di charge sudah penuh, maka lampu indikator akan menyala. Cara kerjanya adalah, Apabila kita menghubungkan baterai yang sedang low dengan sebuah charger, maka tegangan yang dikeluarkan charger akan sedikit menurun. penurunan tersebutlah yang dimanfaatkan oleh rangkaian ini, jika tegangan menurun hingga titik tertentu, maka tidak ada tegangan yang melewati (dipotong) dioda zener, sehingga tidak ada trigger yang diberikan oleh dioda zener untuk mengaktifkan Transistor, sehingga lampu indikator tidak menyala.
Setelah baterai terisi penuh, maka tegangan pada charger akan kembali normal, sehingga ada sedikit tegangan berlebih yang dapat dipotong oleh dioda zener untuk memberi trigger kepada Transistor, sehingga Transistor akan aktif dan lampu indikator pun menyala.

Rangkaian ini cukup sulit untuk digunakan, tetapi mudah untuk dibuat. sebab, sangat sulit untuk menemukan perbandingan antara beda potensial dengan resistansi yang sesuai, agar lampu menyala ketika baterai benar benar terisi penuh. Saya Pribadi juga belum bisa menemukan perbandingan yang tepat. namun rangkaian ini wajib anda coba, karena akan menambah pengetahuan anda tentang bagaimana cara kerja dioda zener.
Selamat mencoba, kemungkinan anda akan berhasil menemukan perbandingannya. jika sudah berhasil, jangan lupa di share yaa :v

Satu hal terpenting, nilai dioda zener harus disesuaikan dengan tegangan charger anda. Jika tegangan charger 10V gunakan dioda 7.2 atau sedikit lebih rendah dari 7.2. #contoh

Saturday, March 6, 2021

Review Polytron PS 30UV25R Chassis HBEE-012A

 

Review Polytron PS 30UV25R Chassis HBEE-012A

Nah Kali ini saya Posting Review TV Polytron CRT / Tabung Model PS 30UV25R yang menggunakan Chassis HBEE-012A
Menggunakan Koomponen Utama sebagai Berikut:

ic utama / MICOM :  HBT-01-04G
Vertical : LA78141-E
Hor. TR : C6090 / MD2009DFX Bisa diganti dgn D2498 = 12A
sound 1: LA44402 Woofer : TDA2030
Regulator : FET FQPF7N65C

FBT : JF0501-38534  : CoL-B+133v-GND-200v1-200v2-Heater-12v-ABL-17v-17v

Data PIN FBT Polytron

 1. Data PIN FBT Polytron

JF0501-38534
Digunakan untuk TV Polytron 29″Slim dan Ultra Slim.
Dengan Data PIN Sebagai Berikut:
1. Colector H
2. B+ 135 volt
3. Ground
4. NC
5. 185 volt
6. Heater
7. NC
8. ABL atau BCL
9. 17 volt +
10. 17 volt -.
2. Data PIN FBT Polytron
BSC29-0127N
TV Polytron 29″Flat Dan Slim
Dengan Data PIN Sebagai Berikut:
1. Colector H
2. B+ 135 volt
3. Ground
4. NC
5. 185 volt
6. Heater.
7. NC
8. ABL
9. 12 volt +
10. 12 volt -.
Sekilas Kedua Buah FBT JF0501-38534 dan BSC29-0127N
ini hampir sama,Bahkan Bisa Dibilang sama.
Yang Beda Hanya pada PIN 9 dan PIN 10 saja.
IC Vertikal Yang Digunakan
memiliki Ampere yang sama.
Untuk IC Vertikal Gunakan Yang Amperenya Paling Besar.
Misalnya gunakan saja IC Vertikal LA78045.
Terlebih kalau awalnya TV Polytron tersebut menggunakan
FBT BSC29-0127N Dan Mau Diganti Dengan JF0501-38534.
Ganti Dulu IC Vertikal Kalau Belum Menggunakan
LA78045.
Karena Kalau Tidak, Besar Kemungkinan IC Vertikal
Tidak Akan Bertahan Lama Kalau Diberi Tegangan 17 Volt CT
Dari FBT Tersebut.
3. Data PIN FBT Polytron
JF0501-19587
TV Polytron Model
Slim dan Ultra Slim 21″. Walau Terkadang Digunakan Juga
Untuk TV Model Slim Biasa (Menggunakan tabung Ultra Slim tapi Mesin Bukan Ultra Slim).
Untuk Data PIN Sebagi Berikut:
1. Colector H
2. B+ 115 volt
3. Ground
4. NC
5. 185 volt
6. Heater
7. NC
8. ABL
9. 12 volt +
10. 12 volt –
4. Data PIN FBT Polytron
JF0501-19584
TV Polytron Jenis Tabung Cembung, Sebagian Jenis Flat
Sebagian Senis Slim Biasa (Bukan Ultra Slim).
Dengan data
PIN Sebagai Berikut:
1. Colector H
2. B+ 115 volt
3. Ground.
4. NC
5. 185 volt
6. Heater
7. NC
8. ABL
9. 12 volt +
10. 12 volt –
Perhatikan Data PIN Dan Tegangan Out Dari FBT
JF0501-19587 dan FBT JF0501-19584.
Keduanya Sama Persis tidak Ada Perbedaan Sedikitpun.
Mungkin Hanya Bentuk Fisiknya Saja Yang Berbeda.
Walau Mungkin Harus Merubah Nilai Kapasitor
Dibagian Dumper Horisontal.
Karena Ada Sedikit Perbedaan Resistansi Lilitan Antara
Colektor Dan B+ Dari Dua Buah FBT Tersebut.
5. Data PIN FBT Polytron
JF0501-195913
FBT JF0501-19513
TV Polytron Model
Lama Yang Layarnya Masih Cembung Ukuran 14″ Sampai 21″.
Dengan Data PIN Sebagai berikut:
1. Colector H
2. B+ 115 volt
3. Ground.
4. 185 volt
5. NC
6. Heater
7. 25 volt
8. ABL
9. 12 volt
10. AFC.
Semoga Bisa Membantu Dalam Dunia Elekteronic

Skema Cara Membuat Charger Baterai 6-12V Otomatis(Auto Cut Off)

 Memang alat charger aki sudah banyak dijual dipasaran, namun kamu juga bisa  berekperimen merakit sendiri dengan keuntungan biaya yang murah serta mendapatkan ilmu. Komponen yang digunakan untuk charger baterai otomatis ini tidak banyak dan mudah didapatkan di toko komponen elektronika dimana-mana.

Charger otomatis bekerja memproses pengisian apabila tegangan dari baterai telah menurun dari tegangan maksimal dan akan memotong/mematikan proses pengisian tegangan pada saat baterai terisi penuh. Dengan cara otomatis maka baterai akan aman meskipun kamu kelupaan tidak melepas stop kontak dari jala-jala. Jadi meskipun tanpa dilengkapi dengan voltmeter pun baterai akan tetap aman. Hal ini tentu cocok apabila kamu adalah orang yang sibuk atau pelupa 😀

Skema Pengisi / Charger Aki Otomatis Auto-Cut-Off

skema dan cara membuat charger baterai 6V-12V

Menggunakan IC LM317 Sebagai Regulator

pin out IC LM317 regulator

Dalam rangkaian charger baterai berikut didesain dengan menggunakan IC regulator variabel yaitu IC LM317 dengan fitur auto-cut-off/pemutusan arus otomatis. Maka dengan sirkuit ini, output DC bisa diatur dengan menambahkan VR 10K sehingga bisa mengisi baterai mulai dari 6 volt hingga 12 Volt.

 

Cara Kerja

Trafo CT 15V memberikan tegangan ouput AC yang kemudian disearahkan 2x dioda in4007 dan elco 2200mF 12V sebagai filter, lalu kemudian masuk ke kaki 1(input) IC1 LM317. VR 10K berperan untuk mengatur rentang tegangan keluaran regulator melalui kaki 1(Adjust) kemudian keluaran regulator dari kaki 2(output).


LED berwarna Hijau akan menyala ketika proses pengisian sedang berlangsung(baterai dalam kondisi tegangan dibawah 12V), dan LED merah akan menyala ketika baterai terisi penuh  sementara led hijau akan mati. Pada saat baterai sudah fullcharge atau penuh, maka tegangan akan memungkinkan untuk mengalir melalui dioda Zener → menuju ke basis transistor BD139 sehingga transistor aktif. Hal ini karena konduktor pada transistor menyesuaikan teganganan pin IC regulator, sehingga terhubung ke ground dan hasilnya tegangan output dari regulator terputus dan pengisian berhenti.

CATATAN

  • 1. Berikan pendingin untuk IC LM317 karena akan panas.
  • 2. Tegangan output regulator dari IC LM317 bervariasai dengan rentang 1.2V – 37V yang diatur dengan VR 10K dalam skema diatas, sementara arus keluaran maksimum 1.5A.
  • 3. Trimpot untuk adjust, atur sampai LED hijau menyala dalam keadaan baterai terpasang. Lihat tegangan pengisian dengan menggunakan voltmeter/multimeter, sesuaikan dengan tegangan penuh baterai misalnya baterainya 12V maka tegangan penuh/cut outnya silakan disetel di 13,7V.
  • 4. Cocok untuk mengisi baterai kering 500mAh-9Ah atau aki sepeda motor atau baterai UPS 7Ah.
  • 5. Dioda yang bertanda dalam kotak kuning bisa dipakai bisa juga tidak/dijumper, gunanya untuk pengaman baterai jika terbalik pemasangannya.

SWR meter frekuensi tinggi

            Sebuah transceiver akan mengeluarkan daya penuh bila antenna benar-benar sesuai. Jika antenna diabaikan akan timbul efek samping, seperti rusaknya transmitter / pemancar. Menempatkan sebuah antenna yang sesuai diperlukan SWR-meter. Alat ini mudah dibeli di toko elektronika, namun harganya cukup mahal.

Standing Wave Ratio (SWR) sering juga disebut Voltage Standing Wave Ratio (VSWR). Umumnya transceiver mempunyai impedansi antenna 50Ω, bila dipasangkan dengan antenna yang tidak sesuai ( tidak 50Ω ), maka dikatakan transmisinya tidak sesuai atau tidak matching. Hal ini menyebabkan timbulnya daya refleksi (reflected power) pada saluran yang berinterferensi dengan daya maju (forward power). Interferensi ini menghasilkan gelombang berdiri (standing wave) yang besarnya tergantung dari besarnya daya refleksi.

Pengertian matching / matched pada suatu perangkat telekomunikasi ialah bila keluaran impedansi pemancar (Tx), saluran transmisi (kabel antenna) dan antenenya mempunyai impedansi yang sama (50Ω).

Dalam notasi matematis, VSWR atau SWR tidak memiliki dimensi karena merupakan perbandingan 2 buah variable yang berdimensi sama (voltage). Dengan rumus sebagai berikut:

SWR = [1 + RC] / [1 – RC] 


Dimana:

  • RC = | [ZL – Zo] / [ZL + Zo] |
  • ZL = impedansi  antenna (beban)
  • Zo = impedansi saluran transmisi (coax, feeder, dll)
  • Bila ZL atau Zo merupakan bilangan imajiner atau khayal, maka ZL atau Zo ini merupakan magnitudo dari bilangan tersebut.

Kita ambil contoh:

Contoh 1: Zo (Transmittion Line) = 50 Ohm, ZL (Antenna) = 50 Ohm

Maka, RC = [50-50]/[50+50]=0, maka SWR=[1+0]/[1-0]=1 (kondisi ini disebut matching / matched)

Contoh 2: Zo = 54 Ohm, ZL = 60 Ohm, maka SWR = 1,1

Contoh 3: Zo = 60 Ohm, ZL = 54 Ohm, maka SWR = 1,1

Contoh 4: Sebuah antenna dipole 1/4 lambda (masing-masing sayap panjangnya 1/4 lambda, total kedua sayap 1/2 lambda) memiliki impedansi 75 Ohm, bila antenna ini dihantarkan dengan kabel 50 ohm akan memberikan pembacaan VSWR atau SWR  = 1,5

Ide rancangan untuk membuat SWR sendiri bisa kita lakukan, mengingat harga SWR ‘ternama’ cukup mahal. SWR buatan sendiri nantinya kita kalibrasikan dengan SWR yang sudah terkalibrasi.

SWR-1

swr hf

SWR ini dirancang untuk bekerja pada frekuensi 3 – 30 MHZ (band HF). TR-1 adalah toroida Amidon T50-6 yang diberi lilitan primer 0,5 lilitan dengan email 1mm dan lilitan sekunder 30 lilitan dengan email 0,5 mm. Funsi TR-1 sebagai transformator dan meter menggunakan 100-250 µA. Tegangan maju adalah tegangan imbas dari Low Pass Filter C1, C3 dan R1 yang disearahkan oleh D1. Sedangkan tegangan balik (reflected power) didapat dari Low Pass Filter C2,C4 dan R2 yang disearahkan oleh D2. Hasilnya terbaca di meter M1.

SWR-2

 

swr vhf

SWR ini dirancang untuk bekerja pada band VHF / 2 meter band, (88 – 200 MHZ). Prinsipnya sama dengan SWR-1, hanya berbeda pada trafo dan penyesuaian nila komponen.  Pada VHF, sampling power cukup menggunakan induksi dari kawat sejajar dengan jarak 2 Cm. SWR-2 telah dilengkapi dengan power meter. Power meter dipadukan dengan pembacaan tegangan maju, sementara meter satunya sebagai pembaca tegangan balik / reflected. Saat pengukuran tegangan maju maksimum, harus mendapatkan tegangan balik minimum untuk mendapatkan SWR terbaik / matching.

 

Cara Kerja Rangkaian SWR VHF

Cara kerja rangkaian ini adalah, pertama melakukan pencuplikan (sampling) terhadap kedua gelombang berdiri arah forward dan reflected dengan diode. Selain mencuplik, diode tersebut berfungsi juga sebagai penyearah (rectifier), kemudian “shunt” kapasitor menahan laju gelombang tersebut dari AC menjadi DC. Tegangan DC ini menimbulkan arus DC pada kedua titik pengukuran, yang kemudian dibandingkan keduanya ke dalam sebuah DC mikroampere meter.

Cara Adjustment Rangkaian SWR

  1. Pasang RF Dummy Load dengan Watt secukupnya, lebih baik watt-nya lebih besar dibanding RF output dari transmitter.
  2. Putar P2 trimpot reflected adjuster ke posisi minimum, artinya tidak ada redaman terhadap arus menuju DC ampere meter reverse.
  3. Atur trimpot P1 untuk mendapatkan arus forward maksimum.
  4. Atus posisi potensiometer P3 forward (maksimum) pembacaan pada meter power.
  5. Pasang Transmitter dengan power secukupnya untuk membuat jarum forward mendefleksi secara penuh (5 Watt sudah cukup), dengan modulasi FM.
  6.  Lakukan adjustment pada potensiometer forward dan reflected sampai jarum forward tepat pada skala maksimumnya.
  7. Lakukan adjustment pada trimpot reflected adjuster sampai jarum reverse menyentuh skala NOL.

Bila perlu ulangi langkah 2 s/d 7, sampai benar-benar OK. Namun hati-hati jangan terlalu lama menyalakan transmitter, dan selalu periksa apakah RF dummy load tidak over-heating.

Tutup rangkaian SWR dengan box metal yang telah dibuat.

Cara Menggunakan SWR Meter

  1. Pasang antenna anda pada jack yang disediakan.
  2. Pasang Transmitter dengan power secukupnya untuk membuat jarum forward mendefleksi secara penuh (5 Watt sudah cukup), dengan modulasi FM .
  3. Coba transmit 1-2 detik.
  4. Atus posisi P3 potensiometer, atur sehingga meter PO pada posisi maksimum.
  5. Amati defleksi pada jarum SWR. Secara kasar korelasi antara jarum forward dan reflected dengan SWR adalah sebagai berikut:baca swr
  6.  SWR meter ini aman digunakan dalam komunikasi walaupun tetap terpasang pada saluran transmisi, namun ada RF power yang hilang beberapa dB dalam rangkaian directional coupler dan loss connector, namun kita dapat terus mengamati SWR kita selama berkomunikasi.
  7. Pastikan SWR < 1,3, untuk keamanan pesawat anda, daya pancar yang tidak optimum, kemungkinan interferensi, dll.

Untuk adjustment power meternya lebih mudah. Bila SWR sudah OK atau antenna sudah matching. Kita bisa lakukan ini dengan mengandaikan power HT maksimum 5 watt.

  1. Geser switch ke PWR (power)
  2. Gunakan mode low power switch 12 watt untuk HT output 5 watt
  3. Lihat di meter power, adjust trimpot P5 untuk penyesuaian.
  4. Lakukan hal yang sama untuk high power.