Sunday, March 12, 2017

Kiat sukses dalam menekuni pekerjaan servis elektronik

Kiat sukses dalam menekuni pekerjaan servis elektronik

Profesi apa saja yang sedang ditekuni oleh seseorang, pasti tujuan utamanya adalah mencapai kesuksesan dari profesi yang sedang ditekuni dan dijalankannya itu. termasuk profesi seorang teknisi elektronik. pasti setiap teknisi punya harapan yang sama, pekerjaan bisa terselesaikan dengan baik, semakin terkenal dan punya banyak pelanggan.

Kiat sukses dalam menekuni pekerjaan servis elektronik

Untuk mencapai semua itu tentu tidak semudah membalikan telapak tangan, tapi perlu modal dan perjuangan yang ektra keras. dan juga butuh waktu yang tidak sebentar untuk membangun refutasi yang baik, belum lagi di aral rintangan yang kerap kali dihadapi. untuk itu saya ingin berbagi kiat bagaimana caranya mencapai semua itu.

Kiat sukses menjadi seorang teknisi elektronik


Hal yang harus diutamakan oleh seorang teknisi adalah bagaimana menarik simpati dari pelanggan? bagaimana agar tanpa diminta pelanggan yang sudah pernah datang ketempat kita bisa membawa pelanggan lain? bagaimana caranya agar pelanggan yang pernah membetulkan perabotan elektroniknya kepada kita, ketika suatu saat rusak lagi, datang kembali ke kita dengan tanpa ada kalimat kritikan yang pedas?.

Jawaban dari semua pertanyaan diatas adalah pelayanan yang baik dan transparan (jujur). jelas sekali modal utama yang harus dimiliki oleh seorang teknisi adalah pelayanan dan kejujuran. atau dengan kata lain, kejujuran adalah kunci kesuksesan.

Cara melayani pelanggan servis dengan baik


Yang pertama setiap kali harus kita lakukan ketika kedatangan sesesorang yang mau minta dibetulkan peralatan elektroniknya yang rusak adalah dengan memberinya sambutan yang baik.

Yang kedua tanya apa saja keluhannya, ini sangat penting, jangan tersinggung ketika ada yang berkata, kok tukang servis masih nanya? yang kita tanyakan adalah keluahannya dan sangat wajar, dan jelaskan kepada pelanggan agar tindakan kita bisa lebih cepat kalau sudah mengetahui keluhan dari barang yang mau kita servis.

Yang ketiga ganti komponen yang rusak dengan komponen yang berkualitas baik, jangan mengganti dengan komponen yang lokalan dan tidak dijamin kekuatannya.

Ke empat berikan harga yang ekonomis sesuai dengan tingkat kesulitan dan alat yang kita ganti, kalau alat yang kita ganti misalnya harganya 30ribu lalu upah servis umumnya 100ribu, jadi total 130ribu. kalau pelanggan menawar sedikit ya kasihlah penurunan harga selama tidak membuat rugi.

Yang kelima katakan apa adanya, yang dimaksud dengan katakan apa adanya itu misalnya kita menemukan kerusakan berupa transistor rusak, lalu setelah diganti dan televisi bisa menyala dengan baik, tapi kita melihat adanya semburan api biru dari bodi flyback, walau hanya kecil tapi kalau sesekali terjadi tembakan api flyback ke bodi pendingin transistor horisontal yang tadi kita ganti, maka kemungkinan besar transistor horisontal akan mengalami kerusakan lagi.

Kalau mengalami kasus seperti itu, kita harus menjelaskan kepada pelanggan dengan sejelas-jelasnya. katakan kalau flyback sudah bocor, bisa ditambal menggunakan lem khusus tapi sipatnya hanya alternatif saja, jalan terbaik adalah dengan mengganti flyback dengan yang baru, tapi harganya sekian.

Setelah kita jelaskan, terserah pemiliknya mau milih ditambal atau diganti? kalaupun pelanggan memilih ditambal dan dalam 2-3 hari misalnya flyback rusak lagi maka kita tidak akan disalahkan, dan punya alasan kalau pelanggan tersebut menceritakan hak negatif terhadap cara pelayanan kita.

Yang ke enam berikan pelayanan lebih, contohnya kalau yang rusak bagian vertikalnya, tapi kita mendapati banyak solderan yang perlu disolder ulang maka solder ulanglah, jangan sampai besok atau lusa pelanggan mengeluhkan kalau peralatan elektroniknya rusak lagi. walaupun kerusakannya beda, tapi biasanya pelanggan tidak mau tau, pelanggan taunya ingin bagus dan awet saja.

Setelah segala upaya terbaik kita lakukan, saya yakin berkah rijki yang kita dapat akan jadi doa untuk kesuksesan kita.

Mungkin itu saja kiat sukses dalam menekuni profesi sebagai teknisi elektronik yang bisa saya sampaikan. kurang lebihnya saya minta maaf, dan semoga bermanfaat.

Mengenal cara kerja rangkaian regulator tv lcd

Mengenal cara kerja rangkaian regulator tv lcd

Artikel ini adalah lanjutan pembahasan seputar TV LCD dan LED, kali ini saya akan menjelaskan cara kerja dari regulator TV LCD. Seperti yang kita ketahui kalau dalam tv lcd itu terdapat sebuah rangkaian yang disebut backlight lcd. Rangkaian ini membutuhkan suplay daya yang sangat besar, terutama untuk tv lcd diatas 24". Semakin besar ukuran layar tv lcd maka akan semakin besar besar suplay daya yang dibutuhkan. Dan kalau semua rangkaian bekerja dalam waktu yang bersamaan kemungkinan akan terjadi hentakan listrik yang sangat besar.

Mengenal cara kerja rangkaian regulator tv lcd

Untuk menghindari hentakan listrik yang terlalu besar, maka rangkaian regulator TV LCD didesain sedemikian rupa dengan tujuan agar ketika televisi disambungkan dengan sumber arus listrik tidak terjadi hentakan kuat. Bagaiamana para insinyur elektronik membuat rangkaian regulator TV LCD agar ramah sumber daya listrik? Marilah simak penjelasannya.

Cara kerja rangkaian regulator tv lcd


Pada rangkaian regulator tv lcd terdapat 2 group atau bagian yang memiliki cara kerja saling mendukung.

  1. Ada bagian regulator untuk daya rendah.
  2. Ada bagian regulator dengan daya tinggi.

Bagian regulator tv lcd daya rendah


Untuk regulator daya rendah biasanya digunakan untuk rangkaian program dan rangkaian audio, yang umumnya hanya membutuhkan daya paling besar 2 Ampere.

Bagian regulator tv lcd daya tinggi


Untuk regulator daya tinggi yaitu sumber tegangan untuk menghidupkan inverter dc to ac, atau yang disebut dengan rangkaian backlight.

Baca: Mengenal cara kerja rangkaian backlight lcd dan led

Cara kerja rangkaian regulator daya rendah pada tv lcd

Dalam keadaan stanby, rangkaian regulator daya rendah ini bekerja bahkan ketika televisi mulai tersambung ke sumber listrik. arus yang keluar dari regulator ini digunakan untuk menghidupkan rangkaian kontrol program. Dan yang lebih diutamakan oleh rangkaian ini adalah menghidupkan dan mematikan rangkaian regulator daya tinggi tadi.

Atau agar lebih jelasnya begini..

Ketika tv dalam keadaan stanby, semua elko bertegangan tinggi di isi arus oleh sumber listrik yang disearahkan (dibuat DC) oleh dioda penyearah. dalam posisi stanby, regulator berdaya watt tinggi belum bekerja, karena di kontrol oleh rangkaian stanby, otomatis ketika tv dalam keadaan stanby, sumber listrik yang digunakan sangat rendah.

Lalu ketika tv di on kan atau di hidupkan, rangkaian stanby bekerja untuk menyalurkan arus input pada basis rangkaian regulator daya tinggi, maka selang beberapa detik, lampu layar akan menyala dan tv mulai menampilkan gambar.

Cara kerja rangkaian regulator tv lcd daya tinggi


Setelah basis dari rangkaian driver regulator diberikan arus tegangan maka rangkaian regulator daya tinggi ini mulai bekerja menghasilkan tegangan antara 4-12 ampere tergantung besarnya layar lcd, dengan voltase antara 12-36 volt, untuk tv berukuran 42" biasanya menggunakan sumber dc sekitar 24 volt.

Tegangan dc yang keluar dari regulator daya tingi ini akan masuk kerangkaian yang disebut backlight inverter. nah baklight inverter ini cara kerjanya harus benar-benar stabil, karena kalau kurang stabil akan menyebabkan lampu lcd berkedip-kedip.

Mengingat sumber daya listrik tidak selamanya tetap, atau kadang turun kadang naik, untul mengatasi masalah itu, penciptanya menambahkan rangkaian dc to dc inverter dibagian primer regulator.

Cara kerja rangkaian dc to dc inverter pada tv lcd


Rangkaian dc to dc inverter ini hanya akan bekerja kalau sumber input listrik kurang dari semestinya.

Cara kerjanya adalah menaikan sumber tegangan dc dari 300 volt menjadi 385 volt. jadi kalau sumber listrik misalnya hanya 150 volt maka di elko regulator tegangan tidak akan mencapai 300 volt, dengan bantuan inverter dc to dc ini maka kebutuhan tegangan tetap terpenuhi.

Setelah kita tau cara kerja dari rangkaian regulator tv lcd ini, maka akan memudahkan mencari letak kerusakan yang umum terjadi. Seperti contohnya tv protect dengan tidak menujukan dulu gambar, bisa diakibatkan oleh rangkaian regulator daya tinggi untuk rangkaian backlight yang tidak bekerja.

Itulah penjelasan singkat tentang cara kerja rangkaian regulator tv lcd yang wajib dikenali oleh setiap teknisi. semoga bermanfaat.

Teknik dasar elektro yang wajib diketahui oleh pemula

Teknik dasar elektro yang wajib diketahui oleh pemula

Anda ingin jadi seorang teknisi elektronik? kalau iya maka anda harus belajar mengenal tentang teknik dasar elektro. buat sebagian orang, elektro itu dianggap sesuatu yang sulit dan rumit, padahal sebenarnya tidak serumit dan sesulit yang dibayangkan, asalkan anda punya niat keinginan yang kuat untuk mempelajarinya.

Teknik dasar elektro

Untuk menjadi seorang teknisi elektronik yang profesional memang bukan hal yang mudah, perlu ketekunan dan kerja keras dalam mempelajarinya, dari mulai mengenal jenis komponen, menghitung nilai komponen sampai memahami cara kerja dari komponen-komponen yang digunakan dalam peralatan elektronik.

Agar keinginan anda bisa terwujud diperlukan beberapa tahapan yang wajib dilalui dulu, dalam artian jangan sekonyong-konyong melangkah menjadi seorang teknisi kalau teknik dasar elektro nya saja anda belum tau, akhirnya yang niatnya ingin memperbaiki malah tambah merusak, yang awalnya akan dapat bayaran, malah harus rela merogoh kantong untuk mengganti kerugian orang yang diakibatkan oleh kecerobohan anda sendiri.

Pengalaman saya pribadi, sering menemukan kerusakan yang bekas garapan orang dengan kondisi yang sudah sangat memprihatinkan, karena dasarnya kurang akhirnya komponen yang rusak tidak bisa ditemukan, komponen yang masih bagus malah jadi rusak. Nah anda jangan sampai melakukan hal seperti itu maka mulailah melangkah dari dasarnya dulu.

Tahapan apa saja yang harus dilalui untuk mengenal teknik dasar elektro?


Pertama niat yang kuat


Belajar elektro itu tidak bisa instan, tidak hari ini belajar hari bisa jadi seorang yang profesional, bahkan ilmu yang sesungguhnya akan anda dapatkan setelah bergelut dengan puluhan sampai ribuan peralatan elektronik rusak. Disitu anda akan punya banyak pengalaman. Hal yang tidak ada dalam buku pelajaran pun bisa anda temukan.

Contohnya apa ilmu yang tidak ada dalam buku pelajaran bisa kita dapatkan itu?

Anda pasti mengalami misalnya memodifikasi flyback, atau flyback aslinya tidak ada, maka anda gunakan flyback lain untuk penggantinya, dengan cara memodifikasinya tadi, sudah jelas kalau mengganti flyback A dengan flyback B itu tidak mungkin ada dalam buku pelajaran elektronik. Tapi dengan pengalaman, anda akan bisa melakukan hal itu.

Yang kedua Mengenal nama-nama komponen elektronik


Sangat wajib bagi seorang teknisi untuk hafal semua jenis atau semua nama dari komponen-komponen elektronik, dari mulai komponen dasar atau komponen Aktip sampai komponen Pasif

A. Komponen Aktip


1 Transistor

Transistor saja ada banyak jenis teransistor, diantaranya:

  • Transistor NPN
  • Transistor PNP
  • Transistor FET
  • Transistor IGBT
  • Transistor Efek Medan
  • Transistor Foto (Foto Transistor)
Transistor terbuat dari bahan semi kunduktor yang tergolong kepada kelompok komponen aktip.


2. Dioda


Dioda sebagai salah satu komponen aktif sangat penting dalam rangkaian elektronik, walau bentuknya sederhana tapi kegunaanya sangat banyak.

Diantaranya:

  • Penyearah setengah gelombang (Half-Wave Rectifier)
  • Penyearah gelombang penuh (Full-Wave Rectifier)
  • Rangkaian pemotong (Clipper), rangkaian penjepit (Clamper)
  • Pengganda tegangan (Voltage Multiplier).

Dioda juga terbagi atas beberapa jenis

Diantaranya:

  • Dioda germanium
  • Dioda Silikon
  • Dioda Selenium
  • Dioda Zener
  • Dioda varactor
  • Dioda Cahaya atau disebut juga dioda LED

Dioda adalah komponen elektronik yang terbuat dari bahan semikonduktor. dan dikelompokan sebagai komponen elektronik aktif.

3. SCR (Silicon Control Rectifier)


Dioda yang mempunyai fungsi kerja sebagai pengendali atau pengatur. SCR dapat digunakan sebagai pengatur motor DC bertegangan besar dengan mengatur tegangan Gate.

SCR juga terbagi menjadi dua jenis yaitu SCR Diac dan SCR Triac.

  • SCR DIAC: Meneruskan tegangan dari anoda ke katoda atau sebaliknya.
  • SCR TRIAC: Mempunyai prinsip kerja seperti DIAC, hanya saja TRIAC dapat meneruskan tegangan dari kaki 1 ke 2 atau sebaliknya pada saat adatriger pada Gate.

TRIAC biasanya digunakan untuk pengatur motor DC atau AC putar kanan dan kiri dengan cara mengatur Gate.

4. IC (Integrated Circuit)


IC adalah rangkaian dari sekelompok komponen elektronik yang dikemas menjadi satu kemasan (Integritas Circuit)

IC juga terbagi 2 jenis, yaitu:

  • IC Digital
  • IC Analog

B. Komponen Pasif


1. Inductor (Lilitan)


Sebuah induktor atau reaktor adalah sebuah komponen elektronika pasif (kebanyakan berbentuk torus) yang dapat menyimpan energi pada medan magnet yang ditimbulkan oleh arus listrik yang melintasinya. Kemampuan induktor untuk menyimpan energi magnet ditentukan oleh induktansinya, dalam satuan Henry. Biasanya sebuah induktor adalah sebuah kawat penghantar yang dibentuk menjadi kumparan, lilitan membantu membuat medan magnet yang kuat didalam kumparan dikarenakan hukum induksi Faraday. Induktor adalah salah satu komponen elektronik dasar yang digunakan dalam rangkaian  yang arus dan tegangannya berubah-ubah dikarenakan kemampuan induktor untuk memproses arus bolak-balik.

2. Kapasitor (Condensator)


Kondensator atau sering disebut sebagai kapasitor adalah suatu alat yang dapat menyimpan energi di dalam medan listrik, dengan cara mengumpulkan ke tidak seimbangan internal dari muatan listrik. Kondensator memiliki satuan yang disebut Farad dari nama Michael Faraday. Kondensator juga
dikenal sebagai (kapasitor), namun kata (kondensator) masih dipakai sampai saat ini.

3. Resistor


Resistor aksial biasanya menggunakan pola pita warna untuk menunjukkan resistansi. Resistor pasang-permukaan ditandas secara numerik jika cukup besar untuk dapat ditandai, biasanya resistor ukuran kecil yang sekarang digunakan terlalu kecil untuk dapat ditandai.

Mungkin itu saja dulu pelajaran atau teknik dasar elektro yang wajib diketahui oleh para calon teknisi. Sebenarnya masih banyak komponen-kompenen elektronik yang wajib diketahui, bisa kita lanjut dalam kesempatan yang lain.

TV merk apa yang bagus dan awet? Berikut spesifikasi lengkap untuk dijadikan acuan dalam memilih merk

Banyak pelanggan servis dilapangan yang ketika tv nya rusak dan diperbaiki,  mereka bertanya tv apa yang bagus dan awet? terkadang saya bingung menjawab, mau menyebutkan merk tertentu takutnya pas mereka beli langsung rusak, wah kacau bisa-bisa refutasi saya juga ikut kacau. Karena pada dasarnya semua merk tv itu bagus (kalau masih baru). kalau bicara kualitas untuk saat ini saya rasa umum-umum saja, paling yang sedikit beda adalah spesifikasi dari masing-masing merk tvnya.

Jujur buat saya pribadi tidak sanggup untuk barang elektronik harus menyebutkan bagus dan dijamin awet, termasuk ketika saya selesai memperbaiki peralatan elektronik, lalu pemiliknya bertanya, dijamin awet mas? saya hanya mampu menjawab, alat elektronik tidak ada jaminan pasti awet, namanya buatan manusia, dicetak  lalu ditest bekerja atau tidaknya, setelah itu dijual, kalau rusak lagi tinggal panggil lagi saya, untuk kerusakan yang sama saya hanya minta bayar komponennya saja, upah servis garansi.

Sekalipun kualitas material yang dijadikan bahan baku pembuatannya sudah sangat bagus, tetap tidak ada jaminan akan awet. begitu juga ketika ditanya tv apa yang bagus dan pasti awet? Paling jawaban saya, tidak ada merk peralatan elektronik yang bisa menjamin keawetannya, kalau mau membeli televisi, pilih saja tv yang ketika rusak mudah mendapatkan komponen pengganti yang rusaknya.

TV merk apa yang bagus dan awet?

Nah agar lebih jelas, disini saya akan memberikan spesifikasi lengkap dari berbagai merk tv yang beredar di indonesia, tergantung anda yang menetukan mau pilih yang mana.

Berikut spesifikasi dasar untuk merk-merk tv yang beredar di indonesia


TV merk Sony


  • Kualitas: bagus
  • Sumber daya: Sedikit lebih boros
  • Keawetan: ?
  • Suku cadang komponen: Sedikit lebih mahal dan agak susah dicari dipasaran.

TV merk Toshiba


  • Kualitas: bagus
  • Sumber daya: Sedikit lebih boros
  • Keawetan: ?
  • Suku cadang komponen: Sedikit lebih mahal dan mudah dicari dipasaran.

TV merk JVC


  • Kualitas: bagus
  • Sumber daya: Sedikit lebih boros
  • Keawetan: ?
  • Suku cadang komponen: Sedikit lebih mahal dan agak susah dicari dipasaran.

TV merk Samsung


  • Kualitas: bagus
  • Sumber daya: Sedang
  • Keawetan: ?
  • Suku cadang komponen: Sedikit lebih mahal dan mudah dicari dipasaran.

TV merk LG


  • Kualitas: bagus
  • Sumber daya: Sedang
  • Keawetan: ?
  • Suku cadang komponen: Sedikit lebih mahal dan mudah dicari dipasaran.

TV merk Sharp


  • Kualitas: bagus
  • Sumber daya: Sedang
  • Keawetan: ?
  • Suku cadang komponen: Sedikit lebih murah dan mudah dicari dipasaran

TV merk Panasonic


  • Kualitas: Bagus
  • Sumber daya: Sedikit lebih irit
  • Keawetan: ?
  • Suku cadang komponen: Sedikit lebih murah dan mudah dicari dipasaran

TV merk Polytron


  • Kualitas: bagus
  • Sumber daya: Sedang
  • Keawetan: ?
  • Suku cadang komponen: Sedikit lebih murah dan mudah dicari dipasaran.

TV merk Digitec


  • Kualitas: bagus
  • Sumber daya: Sedang
  • Keawetan: ?
  • Suku cadang komponen: Sedikit lebih murah dan mudah dicari dipasaran.

TV merk Sanyo


  • Kualitas: Sedang
  • Sumber daya: Sedang
  • Keawetan: ?
  • Suku cadang komponen: Sedikit lebih murah dan mudah dicari dipasaran

TV merk Asatron


Kualitas: Sedang
Sumber daya: Sedikit lebih boros
Keawetan: ?
Suku cadang komponen: Sedikit lebih murah dan mudah dicari dipasaran.

TV merk Akari


  • Kualitas: Sedang
  • Sumber daya: Sedikit lebih boros
  • Keawetan: ?
  • Suku cadang komponen: Sedikit lebih murah dan mudah dicari dipasaran.

TV merk Cina


  • Kualitas: Rendah
  • Sumber daya: Sedikit lebih boros
  • Keawetan: ?
  • Suku cadang komponen: Murah dan mudah dicari dipasaran.

Terkadang faktor iklim ditempat anda bisa menentukan awet dan tidaknya sebuah peralatan elektronik, sebagai contoh untuk daerah pinggir pantai, komponen akan mudah berkarat, selain itu faktor sumber daya listrik, untuk tegangan listrik yang stabil sedikit menunjang keawetan perabotan elektronik.

Silahkan anda tentukan mau pilih merk apa, yang jelas sifat dasar dari peralatan elektronik tidak bisa menjamin keawetan.

Itulah spesifikasi dasar yang bisa dijadikan acuan oleh anda yang hendak membeli tv. Semoga bermanfaat.