Sunday, September 12, 2021

 Pengalaman kerusakan pada tv SHARP X-PRESSION 21 inch

Menggunakan IC program IXA319WJN, chroma M61262,
Problem nya adalah nyala lampu warna hijau sebentar trus stanby kembali warna merah. Coba buka solderan pusat proteksi R1042, teryata tv mau nyala, semua tegangan terukur normal. solderan dikembalikan lagi.
Lnjut dengan membuka solderan di titik proteksi lainnya mulai dai D604, J905, TR Q603, sambil dicoba teryata belum mebuahkan hasil.
Titik terang mulai terlihat saat membuka solderan kaki D607 teryata tv dapat nyala normal. urut lagi kaki katoda dioda ini dapat R653 180K yg terukur putus, dan dapat lagi sebuah R ke GND.
Setelah ganti R653 180K, tv dapat nyala normal.
Sampai disini dlu postingan berdasarkan pengalaman
Apa bila menemukan problema yg sama bisa di coba dengan cara menelusuri seperti percobaan di atas
Namun terkadang walaupun ciri-ciri kerusakan sama namun masalah kadang berbeda
Sedikit pencerahan semuga membantu.

Saturday, September 4, 2021

IC Vertikal Jebol Terus



Penyebab IC Vertikal jebol terus pada TV bisa karena berbagai macam faktor dan yang membingungkan jika ternyata TV sudah selesai di service malah kembali rusak lagi di IC vertikal yang sama.

Nah jika kebetulan rekan teknisi saat ini memiliki kasus seperti tadi khususnya untuk di blok vertikal yaitu IC nya maka berikut saya share tentang penyebab IC vertikal rusak terus.

Seperti biasa sebelum melangkah lebih jauh sudah pada tahu kan mana komponen IC vertikal di PCB mesin TV ? ciri khas IC jenis ini adalah berbentuk seperti sisir yang terdapat heatsink / pendingin di atasnya.


Cek Solderan Vertikal

Pertama kali yang wajib untuk dilakukan adalah cek solderan di blok vertikal dan di blok power supply, sangat mungkin tegangan yang masuk ke IC vertikal tidak sesuai dikarenakan adanya solderan di sekitar trafo switching yang sudah retak.

Tegangan supply IC berlebihan

Kebanyakan IC vertikal tegangan kerjanya tidak sampai 30 volt, jika menemui IC vertikal rusak coba ukur dulu tegangan supply yang masuk ke Vcc IC tersebut dalam keadaan IC tidak terpasang.

Jika sampai 35 – 40 Volt atau bahkan lebih pasti ini yang menyebabkan kerusakan bahkan sampai menyebabkan meletus. Perhatikan saat pengecekan supply karena ada yang mengambil dari B+ atau ada juga yang mengambil dari Flyback.

Cek komponen sekitar IC vertikal

Pastikan untuk mengecek komponen aktif di sekitar IC misalnya saja diode yang berada di out rangkaian vertikal yang short / bocor sehingga menyebabkan IC vertikal overload.

Adanya kerusakan di Defleksi Yoke

Cara mudah untuk mengeceknya yaitu ukur defleksi yoke bagian vertikal yang kebanyakan lebih dari 5 ohm jika ternyata kurang dari itu bisa menyebabkan IC vertikal rusak. Kerusakan defleksi yoke pada TV yang rusak short antara kumparan vertikal dan horizontal sangat mungkin IC vertikal rusak terus. Untuk detail tentang ini bisa dicek juga di artikel pengertian defleksi yoke .

Sebagai tambahan berikut saya list juga beberapa persamaan IC vertikal pada TV yang paling sering digunakan :

1. STV9302A / LA78040 / LA78041 / STV9302B / AN5522 / STV9378 / TDA9302H / LA78045 / TDA8178 / LA78141 / STV9379 / STV8172 / STV9326 / TDA8172

2. LA7840 / LA7841 / LA7845

3. LA7837 / LA7838

4. TDA4863AJ / TDA4865J

5. TDA8357J / TDA8359J

6. TDA4866 / TDA4867J

7. TA8403K / KIA8403K / TA8427K

8. AN5515 / AN5521


Bagi rekan teknisi yang memang diharuskan mengganti IC vertikal dengan persamaan yang ada lebih baik dicari lagi informasi tambahan mengenai arus maksimal yang bisa dilewatkan ke IC tersebut.

Friday, September 3, 2021

Membongkar Raket Nyamuk Kenmaster KM-089

 

Membongkar Raket Nyamuk Kenmaster KM-089

  • Pada tulisan ini diuraikan hasil dari membongkar raket nyamuk merek Kenmaster tipe KM-089, disertai dengan analisis ringkas tentang isi dari raket nyamuk tersebut.

Berikut ini adalah raket nyamuk Kenmaster KM-089.

Raket nyamuk Kenmaster KM-089

Raket nyamuk ini dapat dipisah menjadi bagian jaring, dan bagian senter. Bagian senter berisi batere, senter dan colokan untuk melakukan charging ulang batere dari raket nyamuk tersebut.

Jaring dan senter
Jaring dan senter

Membongkar Raket Nyamuk

Tahap pertama pembongkaran adalah membuka bagian senter.

Bagian dalam bagian senter

Secara sepintas pada bagian senter terdapat batere, papan rangkaian yang nampaknya berisi rangkaian charger, dan lampu senter LED.

Rangkaian charger bagian atas
Rangkaian charger bagian bawah

Rangkaian charger nampak sederhana, berisi dioda penyearah, kapasitor, LED indikator dan resistor. PCB menggunakan single layer. Tertulis tipe PCBnya: “NX-089B”

Rangkaian charger tampak samping

Tahap selanjutnya adalah membuka bagian jaring.

PERHATIAN: kapasitor di rangkaian dapat berisi tegangan ribuan volt, sehingga sebelum membuka tutup, lakukan hubung singkat pada jaring supaya listrik yang tersimpan di kapasitor dapat dibuang dan tidak membahayakan. Proses hubung singkat dapat dilakukan dengan obeng.

 

Membuang muatan pada raket nyamuk dengan obeng
Membuang muatan pada raket nyamuk

Berikut ini bagian jaring yang sudah dibuka tutupnya, sehingga dapat dilihat rangkaian di dalamnya.

Jaring dibuka

Berikut ini rangkaian elektronik pada bagian jaring raket nyamuk.

Rangkaian jaring raket nyamuk

Rangkaian pada jaring menerima masukan 4 volt dari bagian senter, dan kemudian menaikkan tegangan tersebut menjadi ribuan volt dengan rangkaian sederhana berbasis transistor, transformator, dioda dan kapasitor.

 

Kapasitor pada rangkaian penaik tegangan
Kapasitor kecil pada rangkaian penaik tegangan

 

 

Transistor KJL 882 pada rangkaian jaring

 

Bagian bawah rangkaian jaring

 

Rangkaian pada jaring cukup sederhana, hanya menggunakan PCB single layer.

 

Analisis Rangkaian

Secara ringkas, sistem keseluruhan elektronik raket nyamuk adalah sebagai berikut ini:

Blok diagram rangkaian raket nyamuk lengkap
Blok diagram rangkaian raket nyamuk

Tegangan jala-jala listrik 220 volt disearahkan dan diregulasi, untuk dapat mengisi batere SLA 4 volt. Tegangan dari batere dapat dipakai untuk menyalakan senter. Tegangan dari batere juga dapat dinaikkan menjadi ribuan volt untuk elektrifikasi jaring nyamuk.

Batere

Batere yang digunakan tidak jelas modelnya, namun dari hasil pencarian di internet dengan kata kunci ‘mosquito killer battery’ , didapatkan batere yang bentuknya mirip dengan yang dipakai di raket nyamuk tersebut.

Batere raket nyamuk
4V300mAh Lead Acid Mosquito Killer Battery

Sumber: [SunBestHK]

Dari penelusuran di toko online, batere 4V dengan bentuk serupa juga dijual di beberapa tempat:

Batere 4V Emergency
Batere 4V Emergency

Dari hasil pengukuran, didapatkan tegangan keluaran batere tersebut bervariasi antara 4 volt sampai 4,2 volt, jadi cocok dengan kisaran keluaran tegangan batere SLA (Sealed Lead Acid) yang terdiri dari 2 sel (masing-masing 2 volt).

Rangkaian Charger

Rangkaian charger berisi penyearah dari 220 volt untuk mengisi ulang batere, serta sakelar untuk memilih mode senter atau mode raket.

Sketsa rangkaian charger

Untuk mengisi batere SLA 4 volt diperlukan tegangan sekitar 4,4 volt. Tegangan 4,4 volt ini diperoleh dari input 220 volt dengan cara menghubungkan seri kapasitor 1 nF. Jadi tidak diperlukan transformator untuk menurunkan tegangan. Pada rangkaian charger ini tidak ada deteksi batere penuh, sehingga dapat terjadi pengisian berlebih (overcharge) pada batere. Pengguna mesti menghentikan pengisian kalau dirasa batere sudah penuh.

Lampu indikator pengisian menggunakan LED yang memerlukan tegangan sekitar 2 volt untuk dapat menyala. Penurunan tegangan ini dilakukan dengan menggunakan tangga resistor 4k7 dan 220k.

Rangkaian Penaik Tegangan

Rangkaian penaik tegangan pada jaring fungsinya adalah menaikkan tegangan batere dari 4 volt menjadi ribuan volt supaya dapat membunuh nyamuk.

Uraian setiap komponen adalah sebagai berikut

  • Transformator yang dipakai memiliki 3 kaki, namun tidak jelas tipenya. Kemungkinan juga transformator tersebut dibuat khusus.
  • Pada kapasitor besar tertulis 223J2.0KV, sehingga dapat disimpulkan kapasitasnya 22 nF dengan tegangan maksimum 2 kilovolt atau 2000 volt. Dari kedua kaki kapasitor dipasang kabel ke jaring-jaring, sehingga nampaknya tegangan kerja dari jaring adalah kurang dari 2000 volt.
  • Pada kapasitor yang lebih kecil berwarna biru tertulis 101 3KV, artinya kapasitas kapasitor itu adalah 100 pF dengan tegangan maksimuk 3000 volt.
  • Pada transistor di rangkaian jaring tertulis “KJL 882”. Dari hasil penelusuran, transistor tersebut tipenya adalah 2SD882. [Datasheet 2SD882]
  • Dioda pada rangkaian jaring menggunakan tipe “RFC4K”. Kemampuan utama dioda ini adalah arus maksimum 200 mA, tegangan 4.0kV, switching 500 ns. Detail keterangan dapat dilihat di datasheet RFC4K.  Dioda RFC4K dan kapasitor 100 nF dipasang dengan konfigurasi rangkaian doubler.
  • Terdapat resistor 1k5 yang merupakan bagian dari osilator, dan resistor 33 ohm yang diseri dengan LED indikator.
Sketsa rangkaian penaik tegangan

 

Skema rangkaian penaik tegangan
Skema rangkaian penaik tegangan

 

Rangkaian penaik tegangan terdiri dari 2 bagian, yaitu osilator dan penaik tegangan.

Rangkaian osilator yang digunakan sangat sederhana, hanya menggunakan 1 transistor NPN, 1 resistor dan 1 transformator. Jenis rangkaiannya kemungkinan adalah “Blocking Oscillator“.

Contoh rangkaian blocking oscillator yang mirip adalah sebagai berikut [dari artikel “Simple Blocking Oscillator for Waste Battery’s Voltage Enhancement“]

Rangkaian blocking oscillator sederhana

Rangkaian penaik tegangan menggunakan “Full wave voltage quadrupler”.  Contoh rangkaian dan penjelasannya dapat dilihat di artikel “Voltage Multipliers (Doublers, Triplers, Quadruplers, and More)

 

Penaik tegangan 4x gelombang penuh (full wave voltage quadrupler)
Rangkaian voltage quadrupler

 

Tuesday, August 31, 2021

Sebagian dari titik ttik Proteck pada tv sharp

 Sebagian dari titik ttik Proteck pada tv sharp

IC IX3368CEN1-5 Atau IX3410CEN1-5
Masukan Proteksi
Detektor
Yang Dideteksi
Tegangan Normal
Menonaktifkan Proteksi
Pin No.8 IC801 (3,3 V)
Menonaktifkan Proteksi utama,
Lepaskan Jumper J223
D609
Tegangan 8V
Anoda D609 = 3.3 Volt
Lepaskan D609
D606
ABL / X-ray
Anoda D606 = 3.3 Volt
Lepaskan D606
D614, Q603
Heater / X-ray
Anoda D614 = 3.3 Volt
Collector Q603 = 3.3 Volt
Lepaskan D614
Lepaskan Q603
D752
Tegangan 5V
Anoda D752 = 3.3 Volt
Lepaskan D752
D504
Tegangan 16V (Sound Amp)
Anoda D504 = 3.3 Volt
Lepaskan D504
D502
Tegangan 45V (Vertikal)
Anoda D502 = 3.3 Volt
Lepaskan D502
D503
Vertikal Output
Anoda D503 = 3.3 Volt
Lepaskan D503
D613
Tegangan 180V
Anoda D613 = 3.3 Volt
Lepaskan D613
Chasis UA-1 (Lubang), Menggunakan IC IX3368CEN7
Masukan Proteksi
Detektor
Yang Dideteksi
Tegangan Normal
Menonaktifkan Proteksi
Pin No.8 IC801 (3,4 V)
Menonaktifkan Proteksi utama,
Lepaskan Jumper J208 dan D203
D203
Tegangan 33V (Tuner)
Anoda D203 = 3.4 Volt
Lepaskan D203
D607
Tegangan 190V
Anoda D607 = 3.4 Volt
Lepaskan D607
D604, Q603
Heater / X-ray
Anoda D604 = 3.4 Volt
Collector Q603 = 3.4 Volt
Lepaskan D604
Lepaskan Q603
D601
ABL / X-ray
Anoda D601 = 3.4 Volt
Lepaskan D601
Q501
Tegangan Supply Vertikal
Collector Q501 = 3.4 Volt
Lepaskan D501
Menggunakan IC IX 2938CE, TB1226
Masukan Proteksi
Detektor
Yang Dideteksi
Tegangan Normal
Menonaktifkan Proteksi
Pin No.30 IC1001 (5,1 V)
D616
Tegangan 9V
Anoda D616 = 5.1 Volt
Lepaskan D616
D607
Tegangan 180V
Anoda D607 = 5.1 Volt
Lepaskan D607
Q607
Heater / X-ray
Collector Q607 = 5.1 Volt
Lepaskan Q607
D606
ABL / X-ray
Anoda D606 = 5.1 Volt
Lepaskan D606
D611
Tegangan 5V
Anoda D611 = 5.1 Volt
Lepaskan D611
D201
Tegangan 9V
Anoda D201 = 5.1 Volt
Lepaskan D201
Menggunakan IC IX 2694, M52340
Masukan Proteksi
Detektor
Yang Dideteksi
Tegangan Normal
Menonaktifkan Proteksi
Pin No.38 IC1001 (0 V)
D606
Heater / X-ray
Anoda D606 = 0 Volt
Lepaskan D606
D616
ABL / X-ray
Anoda D616 = 0 Volt
Lepaskan D616
Q603
ABL / X-ray
Collector Q603 = 0 Volt
Lepaskan Q603
D610
Heater / X-ray
Anoda D610 = 0 Volt
Lepaskan D610
Chasis G2 Menggunakan IC IX 3031CE, TB1226
Masukan Proteksi
Detektor
Yang Dideteksi
Tegangan Normal
Menonaktifkan Proteksi
Pin No.30 IC1001 (3,3 V)
D618
Tegangan 9V
Anoda D618 = 3,3 Volt
Lepaskan D618
D607
Heater / X-ray
Anoda D607 = 3,3 Volt
Lepaskan D607
Q607
Heater / X-ray
Collector Q607 = 3,3 Volt
Lepaskan Q607
D606
ABL / X-ray
Anoda D606 = 3,3 Volt
Lepaskan D606
D611
Tegangan 5V
Anoda D611 = 3,3 Volt
Lepaskan D611
GA-4M Chasis, Menggunakan IC IXB226WJ, M61260
Masukan Proteksi
Detektor
Yang Dideteksi
Tegangan Normal
Menonaktifkan Proteksi
Pin No.7 IC1001 (4.5 V)
D605
Tegangan 185V
Anoda D605 = 4,5 Volt
Lepaskan D605
D608
ABL / X-ray
Katoda D607 = 4,5 Volt
Lepaskan D608
Q603
Heater
Collector Q603 = 4,5 Volt
Lepaskan Q603
D203
Tegangan 33V (Tuner)
Anoda D203 = 4,5 Volt
Lepaskan D203
D1091
Tegangan 9V
Anoda D606 = 4,5 Volt
Lepaskan D1091
Pin No.6 IC1001 (3.4 V)
D1010
Tegangan 15V
Pin No.6 IC1001 = 3.4 Volt
Lepaskan D1010
Chasis GA-6, Menggunakan IC IXB725WJ, Chasis GA-7 Menggunakan IC IXB855WJZZ
Masukan Proteksi
Detektor
Yang Dideteksi
Tegangan Normal
Menonaktifkan Proteksi
Pin No.63 IC801 (4.1 V)
D1005
Tegangan 9V
Anoda D1005 = 4,1 Volt
Lepaskan D1005
D608
ABL / X-ray
Katoda D608 = 4,1 Volt
Lepaskan D608
Q603
Heater
Collector Q603 = 4,1 Volt
Lepaskan Q603
D805, D203
Tegangan 33V (Tuner)
Anoda D805 & D203 = 4,1 Volt
Lepaskan D203
D204
Tegangan 5V (Tuner)
Anoda D204 = 4,1 Volt
Lepaskan D204
Pin No.7 IC801 (3.9 V)
D1002
Power supply (AC-Detect)
Pin No.7 IC801 = 3.9 Volt
Lepaskan D1002
Pin No.8 IC801 (0.6 V)
R523
Vertical
Pin No.8 IC801 = 0.6 Volt
Lepaskan R523
Menggunakan IC IXC080WJN5Q
Masukan Proteksi
Detektor
Yang Dideteksi
Tegangan Normal
Menonaktifkan Proteksi
Pin No.63 IC801 (4.1 V)
Menonaktifkan Proteksi utama,
Lepaskan Jumper J497
D1108
Tegangan 5V
Anoda D1008 = 4,1 Volt
Lepaskan D1108
D605
Tegangan 185V
Katoda D605 = 4,1 Volt
Lepaskan D605
D608, D607
ABL / X-ray
Katoda D608 = 4,1 Volt
Lepaskan D608
Q603, D604
Heater / X-ray
Collector Q603 = 4,1 Volt
Lepaskan Q603
D203
Tegangan 33V (Tuner)
Anoda D203 = 4,1 Volt
Lepaskan D203
D1105
Tegangan 5V
Anoda D1105 = 4,1 Volt
Lepaskan D1105
Pin No.64 IC801 (3.9 V)
D1002
Power supply (AC-Detect)
Pin No.64 IC801 = 3.9 Volt
Lepaskan D1002
Pin No.65 IC801 (0.6 V)
R523
Vertical
Pin No.65 IC801 = 0.6 Volt
Lepaskan R523
Menggunakan IC IXC688WJ / IC IXC844WJ
Masukan Proteksi
Detektor
Yang Dideteksi
Tegangan Normal
Menonaktifkan Proteksi
Pin No.81 IC801 (4.1 V)
D1108
Tegangan 5V
Anoda D1008 = 4,1 Volt
Lepaskan D1108
D605
Tegangan 185V
Katoda D605 = 4,1 Volt
Lepaskan D605
D608, D607
ABL / X-ray
Katoda D608 = 4,1 Volt
Lepaskan D608
Q603, D604
Heater / X-ray
Collector Q603 = 4,1 Volt
Lepaskan Q603
D203
Tegangan 33V (Tuner)
Anoda D203 = 4,1 Volt
Lepaskan D203
D1105
Tegangan 5V
Anoda D1105 = 4,1 Volt
Lepaskan D1105
Pin No.82 IC801 (3.9 V)
D1002
Power supply (AC-Detect)
Pin No.82 IC801 = 3.9 Volt
Lepaskan D1002
Pin No.83 IC801 (0.6 V)
R523
Vertical
Pin No.83 IC801 = 0.6 Volt
Lepaskan
Mungkin gambar denah ruang


Sering menemukan Kasus Tv Polytron R517 sering terbakar

 Tv polytron biasanya kalo R517 terbakar disebabkan karena ,sering rusaknya TR T504 , C2328 R517(180ohm) dan DZ512(5v6) bahkan, bisa smp DZ5v1 dipanel swith ikut short.

Kerusakan tsb disebabkan krn TRT505(A1023) gagal memutus arus 38v , shg masuk ke area regulator 5v , yg seharusnya hanya 12v (pd saat tv menyala). Utk Solusinya==> Dg cara mengganti TR506(C1815) dg D400, jika TR(C1815) msh bagus dan digantiTR yg sama hasilnya sama saja atau tetap bermasalah, maka dg cara merubah R519(10k) atau R520(10k) salah satunya diganti menjadi 5k6 dan coba hasilnya.
CATATAN = Dalam penggatian komponen diatas agar diganti bersamaan.
Keterangan foto tidak tersedia.