Wednesday, August 18, 2021

Cara cek emisi CRT secara sederhana.

 


Sediakan :
- CRT soket kosong
- Tranfo adapator minimal 1A tanpa CT.
- Ohm meter posisi x 1K

Pasang seperti gambar.
Jika heater sudah panas…..ukur pakai ohm meter……
G1 dapat probe hitam….
Katode yang diperiksa emisinya dapat probe merah….
Kalau emsisi masih bagus biasanya jarum hampir mentok….
Kalau simpangan jarum kurang dari 30% ….menunjukkan emisi sudah lemah….
Periksa emisi ke 3 Katode……akan diketahui kalau ada yang pincang….

Sebelum tembak CRT cek emisi dulu…
Setelah tembak….cek lagi…..untuk mengetahui apakah telah ada peningkatan…

Trik mematikan sirkit AKB pada tv Samsung, problem layar gelap

 Perlu kami tulis ulang....karena masih ada yg belum paham...

Trik mematikan sirkit AKB pd Samsung, problem layar gelap



Samsung tv crt umumnya menggunakan sirkit AKB (automatic cathode bias).
Saat dinyalakan pertama kali, bagian RGB out akan di MUTE…..sehingga layar gelap
Kemudian sirkit AKB akan melakukan adjustment WHITE BALANCE secara atomatis………dan indikator hijau kedip2….
Jika white balance sudah dicapai….maka MUTE akan dilepas….dan layar menyala.
Makin lama umur CRT akan makin lama sirkit AKB bekerja melakukan adjustment white balance…….atau makin lama CRT baru bisa menyala....karena emisi RBG sudah tdk sama lagi...
Bahkan kalau RGB sudah pincang berat….maka adjustment tdk pernah dicapai…sehingga layar akan gelap terus…….

Solusi utk hal ini adalah :
Cek apakah memang emisi RGB sudah tdk balance lagi…….kalau memang ya…maka solusinya anatara lain dpt dilakukan :
- Tembak crt
- tegangan Heater dengan cara R heater yang ada di mainboard pcb (bukan yg di CRT soket).
- Alternatip terachir klo dua cara diatas tdk mempan......Matikan atau non aktikan sirkit AKB

Bagaimana cara me non aktipkan sirkit AKB……?
AKB dpt di nonaktikan lewat service mode ( Video Adjustment 1)……
Untuk dapat masuk sermod kan layar harus bisa nyala dulu……..padahal disini problem layar tdk dapat nyala…..????

Yg biasa sy lakukan adalah sbb :
- Jadikan satu kaki konektor RGB pd CRT soket dg solder…….
Ini utk “menipu” agar seakan-akan RGB masih balance……..
- Hidupkan teve dengan masuk sermod…..
- Dengan meng-ajust2 VR screen….maka pd posisi tertentu layar akan bisa nyala…
- Non aktipkan AKB dengan merubah nilai “0” menjadi “1”.
- Lepas solderan RGB..

Thursday, August 12, 2021

CARA KERJA IC PRGRAM

   Pada kesempatan kali ini kita akan membahas cara kerja IC Program/biasa di sebut IC Croma/IC utama pada TV CRT/sejenisnya...

Mengenal dan Memahami IC Program TV
Dalam hal bagaimana mengakses fungsi-fungsi setting dalam TV (channel, volume, brightness, color dan lain-lain). Dimulai dari menggunakan knop, menggunakan rangkaian digital yang super besaaar, menggunakan chip/ic program statis, hingga akhirnya menggunakan microcontroller yang dapat diprogram. Microcontroller/microprosesor mempunyai port-port yang dapat diprogram.
Software/firmware dibuat kemudian diisikan/diprogramkan ke microprosesor. Software yang diprogramkan menyebabkan microprosesor dapat berfungsi seperti yang diharapkan oleh programmer. Seandainya microprosesor adalah sebuah mobil, software adalah pengemudinya, jadi mau dijalankan kemana mobilnya sangat tergantung dari pengemudinya.
Contoh berikut ini merupakan IC program yang dipakai oleh TV merk Sony, PCA84C640P-016. Seri microposesor IC ini adalah PCA84C640 (dalam PCA84Cxxx buatan Philips Semiconductor). Secara teknis, pabrik Sony membuat firmware/softwarenya, kemudian software tersebut diisikan/diprogramkan ke dalam PCA84C640, lalu oleh perusahaan IC tersebut diberi type PCA84C640P-016.
Karena software dapat merubah fungsi-fungsi dari port/pin pada sebuah microprosesor, maka kegunaan dari microprosesor tersebut sangat tergantung dari program/software yang diprogramkan. Untuk lebih jelasnya, lihat gambar :
Jika diamati, pin yang tidak berubah fungsinya adalah pin VDD, VSS, TEST, XTAL1, XTAL2, V SYNC, H SYNC dan OSD OSC. Sedangkan pin-pin lainnya berubah fungsi. Perubahan fungsi ini memang diharapkan oleh programmer sehingga microprosesor dapat berfungsi secara unik/spesifik.
Ciri utama adanya program/software dapat terlihat dari nomor seri Icnya. Misalnya TV Sharp Universe dan Sharp Wonder yang menggunakan TDA9381, kalau dilihat sepintas, memang IC yang dipakai sama, tetapi kalau diperhatikan (pada bawah nomor seri) terdapat seri unik yaitu IX3410 (Wonder) dan IX3386 (Universe). Seri atau type tersebut digunakan untuk menandai software/program yang ada pada IC tersebut. Contoh lain adalah IC program TV Cina, banyak yang menggunakan LC863328B, tetapi, dibawah type terdapat nomor software 54Z4, 52Y2 dll.
Dengan kata lain, kemasannya sama tetapi isi berbeda. Misalnya LC863328B-54Z4 diganti dengan LC863328B-52Y2 jelas tidak bisa, karena pin-pin IC program/microprosesor fungsinya bisa berubah tergantung software yang diprogramkan.
Pin-pin pada Microprocessor
Secara umum, microprosesor mempunyai pin-pin/port-port yang secara berfungsi sebagai :
ADC (Analog To Digital) adalah pin/kaki/port yang berfungsi input, inputnya berupa tegangan variabel (berubah-ubah) yang kemudian diterjemahkan kedalam bilangan digital, bilangan tersebut diproses. Sering juga pin ini dinamakan PWM input.
DAC (Analog to Digital) adalah pin/kaki/port yang berfungsi sebagai output, fungsinya adalah mengkonversi bilangan digital kedalam tegangan analog. Sering juga pin ini dinamakan PWM output.
Logical Port adalah pin/kaki/port yang berfungsi sebagai input/output, port ini hanya mengenal 2 kondisi yaitu logika Hi (pada umumnya tegangannya VDD-0,5 volt) dan logika Lo (0 volt).
Pin-pin fungsi khusus VDD, VSS, RESET, XTAL, TEST dan lain-lain (kalo diulas bisa kepanjangan).
Fasilitas-fasilitas Dasar Mircroprosesor
Seperti halnya komputer, microprosesor adalah versi micro-nya komputer. Dalam IC tersebut terdapat (dalam bentuk hardware internal) :
CPU adalah prosesor utama dalam ic, beberapa jenisnya antara lain 51, 68, AVR dan lain-lain.
ROM (Read Only Memory=memori hanya dibaca) adalah memori tempat software diprogramkan, jenis-jenis ROM terdiri dari 1. Masked ROM (diprogram ketika ic dibuat, tidak dapat dihapus); 2. Flash ROM (dapat diprogram ulang, dapat dihapus); 3. OTP (one time programming=hanya bisa diprogram satu kali, setelahnya gak bisa dihapus).
RAM adalah memory yang digunakan untuk menyimpan data-data sementara selama microprosesor berfungsi.
I/O input/output port, berfungsi sebagai interface untuk berinteraksi dengan peralatan/perangkat lain (pemakai atau ic lainnya).
Software atau Perangkat Lunak
Sebelum software dapat diprogramkan kedalam ic, software mengalami beberapa tahap, antara lain :
Pembuatan software/scripting yaitu software disusun dengan bahasa yang dapat dipahami oleh manusia.
Program disimulasikan, tujuan utama simulasi adalah untuk mengetahui proses seandainya program tersebut sudah diprogramkan ke dalam microprosesor.
Kompilasi, yaitu proses menterjemahkan scrip/program kedalam bahasa mesin yang dipilih (misalnya 51, 68, AVR dan lain-lain), setelah program dikompilasi, program hanya diketahui oleh mesin.
Program hasil kompilasi diprogramkan ke dalam microprosesor.
Bus dan Fungsi Spesifik Pin/port
Untuk bisa berkomunikasi dengan perangkat lain (memori, switch, dll), microprosesor menggunakan pin/port IO secara paralel. Penggunaan port secara paralel mempunyai kekurangan yaitu banyaknya kabel yang dibutuhkan. Untuk mensiasati hal tersebut, diciptakan Bus (jalur data).
Pada sistem TV, jalur data yang sering dipakai adalah SPI dan I2C. Sedangkan penjelasannya sebagai berikut:
SPI: menggunakan 3+1 jalur data, yaitu: Clock/CLK berfungsi memberikan clock/denyut, MOSI/DI berfungsi sebagai jalur data input dari luar IC, MISO/DO berfungsi sebagai jalur data output IC, dan tambahan satunya yaitu SS/CS untuk memilih IC/slave dan menandai bahwa IC tersebut dalam proses/terpilih. Contoh IC yang menggunakan SPI adalah IC memory 93C46, 93C66.
I2C: menggunakan 2 jalur data, yaitu SCL berfungsi sebagai pemberi clock pada bus dan SDA berfungsi sebagai jalur data input/output (dua arah). Contoh IC yang menggunakan protocol/bus I2C adalah IC memori seri 24Cxx (24C01, 24C02, dll), IC pendukung TV misalnya AN5891K (sound processor), PLL tuner dan lain-lain. Hampir sebagian besar TV saat ini menggunakan bus I2C karena keringkasannya.
Koneksi/komunikasi I2C
Contoh koneksi bus I2C pada TV (ambil contoh TV LG model CP14B85 sasis MC83A)Pada gambar di atas, dapat dilihat bahwa IC chroma/vcd, tuner dan mpx terhubung jadi satu menggunakan SDA2 dan SCL2. Tiap-tiap device/IC/perangkat yang terhubung tersebut mempunyai alamat digital yang berbeda-beda dan memang harus berbeda. Alamat-alamat tersebut digunakan oleh master untuk me-load atau me-set data.
Sekilas Tentang Protokol I2C
Protokol adalah bahasa digital yang dipakai oleh komputer/microprosesor untuk berkomunikasi dengan perangkat lain. Secara singkatnya protokol I2C adalah sebagai berikut:
Microprosesor/master mengirimkan sinyal/data/status START, kemudian diikuti oleh data yang berisi address/alamat dari device/perangkat yang dituju. Ketika pada bus ada status START, semua Slave (IC lain yang terhubung pada bus) dalam posisi mendengarkan/siap-siap.
Ketika ada slave yang merasa sama addressnya (dipanggil oleh master), slave tersebut akan mengirimkan sinyal ACK (aknowledge=semaur dalam bahasa jawa).
Setelah master menerima ACK, master akan mengirimkan data perintah/request kepada slave. Perintah yang dikirimkan terdiri dari perintah menulis atau perintah membaca.
Slave yang diperintah/direquest akan mengirimkan data yang diminta/direquest oleh ic program. Misalnya diperintah untuk menulis, slave akan menulis data yang diterima kemudian mengirimkan ACK untuk memberitahu kepada masternya bahwa data sudah tersimpan.
Transmisi diakhiri dengan adanya sinyal STOP yang diberikan/dibuat oleh master.
Lebih jauh tentang I2C baca I2C manual dari Philips (bisa didownload pada situs Philips. Sekarang NXP).
Fungsi Spesifik Pin/port
Dalam sebuah IC program TV terdiri dari beberapa pin yang secara umum nama dan deskripsinya sebagai berikut :
VDD, VSS: pin berfungsi untuk memberi supply tenaga pada ic program.
X1, X2: pin untuk koneksi kristal. Kristal berfungsi sebagai osilator untuk memberikan clock bagi ic program. Clock adalah denyut jantung suatu sistem microprosesor.
TEST: dipakai untuk proses test ic program, hanya dipakai oleh pabrik. Pada umumnya ketika beroperasi, pin ini langsung disambungkan ke ground/VSS.
RESET: dipakai untuk mereset program, jika ic program mendapat sinyal reset, maka program akan mengulang/menjalankan ulang software yang terpasang/terprogram dari awal. Pada umumnya aktif ketika pin RESET mendapat tegangan 0 volt (active Low).
D OSC: berfungsi sebagai osilator OSD. Bekerja secara free running berdasarkan sinyal sinkronisasi.
V SYNC, H SYNC: berfungsi sebagai input sinkronisasi untuk mensinkronkan pin D OSD. Pada sistem OSD, pin ini adalah sebagai kursor/panduan untuk menampilkan huruf/karakter OSD pada layar (untuk menempatkan posisi huruf pada layar). Jika pin ini terganggu (tidak ada sinyal), IC program akan bingung bagaimana cara menampilkan OSD ke layar (tidak ada OSD).
BLK: berfungsi sebagai input Blanking Video, yaitu celah/pulsa untuk menyisipkan OSD pada layar. Jika BLK terganggu, OSD akan gelap atau bahkan tidak tampil.
R, G, B: berfungsi sebagai output OSD yang akan ditampilkan pada layar.
P/KEY/IR: berfungsi sebagai Key Input atau keyboard untuk interface dengan pemakai.
SDA, SCL: bus I2C. Berfungsi sebagai bus untuk berkomunikasi dengan device lain secara dua arah.
50/60: berfungsi sebagai input untuk mengetahui bahwa video yang ditampilkan Vertical Refresh Rate menggunakan 50/60 Hz.
TV/AV: Selector TV/AV. VHF L, VHF H, UHF: Band selector. Pada umumnya, jika dipilih UHF, maka pin UHF pada posisi Hi, VHF L dan VHF H pada posisi Low 0 volt.
DAC OUT (VT, VOL, BRIGHT, COLOR, HUE, dll): pin yang mengeluarkan tegangan analog untuk mengontrol peralatan lainnya.
AFT: pin yang berfungsi sebagai input untuk memberitahu IC program bahwa ada channel TV yang tertangkap. Pin ini berjenis ADC.
Urutan Boot Up dan Troubleshooting)
Ketika sebuah microcontroller/IC program mendapatkan tegangan kerja IC program tidak langsung ON atau beroperasi. IC program harus melalui tahap-tahap boot up. Tahap-tahap BootUp terdiri dari dua tahap yaitu tahap hardware dan tahap BootUp software. Lamanya waktu yang dibutuhkan untuk bootUp tergantung dari jenis IC/microcontroller dan urutan program yang dijalankan/diprogramkan.
Urutan Boot-up
BootUp pada microcontroller terdapat dua jenis yaitu boot up hardware dan boot up software. Tahap-tahap boot up hardware sebagai berikut :
IC program memulai tahap bootup jika tegangan kerja yang diberikan sudah masuk dalam rentang tegangan kerja normalnya.
Osilator kristal yang terdapat pada mulai berosilasi. Fungsi osilator kristal adalah untuk memberikan denyut/clock pada microcontroller.
Setelah ada clock, IC program mengecek dan mengeset hardware/register-register internal dengan nilai-nilai standar. Kemudian IC program menunggu reset melalui pin RESET.
Proses reset ini, dilakukan secara manual atau otomatis oleh perangkat luar. Pada umumnya, TV menggunakan IC Reset untuk mereset program. Contoh IC reset adalah KIA70 (pada tv LG/Goldstar).
Setelah menerima sinyal reset, IC program mulai untuk menjalankan/mengeksekusi software yang terinstall/terprogram sebelumnya (memulai boot up software).
Sedangkan tahap-tahap boot up software sangat tergantung dari urutan-urutan atau statemen-statemen software yang diprogramkan. Karena variasi urutan boot up software sangat banyak dan berbeda-beda antar tiap programmer, maka penulis hanya mengulas secara umumnya saja.
Secara umum, urutan boot up software IC program TV yang semuanya berdasarkan program/berdasarkan keinginan programmer, urutannya sebagai berikut :
IC program mengeset semua register/peralatan internal dengan nilai default/standar.
Membaca data dari memory kemudian disetkan pada register/port-port.
Melakukan proses power on terhadap unit/TV.
Melakukan tahap-tahap monitoring operasi. Misalnya sistem proteksi, hang dan lain-lain.
Terakhir, melakukan monitoring terhadap kejadian/respon-respon terhadap efek pemakaian (tombol/keyboard, remot dll).
Troubleshooting
Sebelum melakukan troubleshooting, beberapa hal yang perlu diketahui dan penting bagi beroperasinya IC program adalah :
CLOCK, clock adalah pulsa/denyut yang berfungsi sebagai denyut jantung prosesor. Lebar/lama pulsa tergantung dari frekuensi kristal dan program yang telah diprogramkan.
IC RESET, cara kerja IC reset adalah sebagai voltage detector, yaitu mendeteksi tegangan VDD ic program. Jika tegangan VDD sudah mencapai ambang reset, ic tersebut akan mengirimkan pulsa reset (tujuannya untuk mereset program).
INTERUPSI, adalah layanan yang diberikan oleh prosesor untuk mendengarkan respon pemakai/peralatan lain. Ketika prosesor mendapatkan interupsi, prosesor akan menjalankan sub rutin/program tertentu tergantung dari jenis interupsinya. Misalnya pin/port IR, jika ada sinyal IR masuk dan sinyal tersebut diketahui oleh program, maka program akan menjalankan subrutin yang telah diprogramkan. Status/kejadian2 keyboard ketika ada tombol dipencet dan lain-lain.
Jenis port input atau output. PWM/ADC input biasanya digunakan untuk pin AFT, PWM/DAC output digunakan untukvolume, contrast, color, hue, dan lain-lain. Pin logic IO digunakan untuk setting option, reset, tv/av, switching, video ident dan lain-lain.
Karena proses troubleshooting sangat tergantung dari jenis dan bentuk rangkaian, maka disini hanya diulas prosedur umumnya saja. Prosedur troubleshooting/pencarian kerusakan IC program adalah (hardware) :
Cek semua kaki port apakah konslet terhadap VSS/ground atau tidak. Pengukurannya dengan ohm meter pada meter 1K. Harap diperhatikan jenis pin/portnya. Secara umum nilai hambatan normalnya sebagai berikut : PWM input/ADC sekitar 1 s/d 3K, PWM output sekitar 1 s/d 5K dan logic IO sekitar 5K. Jika ditemukan kurang dari nilai tersebut, kemungkinan pin yang dites konslet.
Setelah tidak ditemukan konslet, cek komponen-komponen input antara lain switch dan IR receiver.
Troubleshooting dapat ditemukan setelah mengetahui ciri-ciri IC program yang normal. Ciri-ciri IC program yang normal adalah :
Adanya clock, ditandai dengan adanya tegangan yang bergoyang pada pin SDA/SCL (jika menggunakan multitester jarum). Jika menggunakan ic memory 24Cxx pin SDA pada pin5 dan SCL pada pin6.
Munculnya OSD dilayar, jika dilayar tidak muncul, cek jalur H SYNC, V SYNC, BLK dan OSD oscillator.
IC program dapat beroperasi dengan normal. Tidak panas berlebihan.
Pada umumnya jika pin reset dikonsletkan ke ground sesaat, TV akan standby dan melakukan proses reset lagi.
IC program ngambek, sering disebabkan karena :
Tegangan tidak stabil atau ada ripple.
Switch/IR dalam keadaan mencet trus, sehingga menyebabkan ic program dalam keadaan interupsi (melanjutkan eksekusi program jika interupsi telah dilepas).
Bus error, cek pin SDA/SCL.
Adanya gangguan pada port-port input/output. Port-port tersebut mengalami hold/tertahan.
Software yang terinstal terkorupsi/rusak = IC program harus diganti.
Sekian dulu pembahasan kali ini mengenai cara kerja IC program/biasa di sebut IC Croma pada TV CRT.
Jhoon Smith dan 21 lainnya

Tuesday, August 3, 2021

TEGANGAN ABL TV TABUNG

 Banyak teknisi yg masih belum paham dh masalah ABL.......

Tg ABL ic chroma hadir, gambar gelap....kok di otak-atik komponen ABL pd ic maupun pd FBt....sia2 saja....buang2 waktu


Teg ABL sebenarnya ada 2 macam yg berdiri sendiri-sendiri...

Inilah RUMUSnya

ABL ic chroma, berasal dari dalam ic chroma....teg umumnya sekitar 3-4v.......Klo teg hilang, komponen luar pin-ABL tdk ada yg short....dan tegangan ABL Fbt normal........maka dipastikan ic rusak.

ABL pd kaki Fbt...berasal dari Vcc atau B+ lewat sebuah R.....klo hilang bisa jadi R putus atau kapasitor filter short......tagangan ABL Fbt berubah-ubah....tergantung terang gelap layar Crt....makin terang layar, makin turun teg ABL Fbt......

Jika tegangan ABL Fbt nol....maka ABL chroma ikut nol.......hilang lewat diode ABL


Friday, July 30, 2021

Flyback Multi untuk TV 29 Inc

 MAAF menyambung postingan sebelumnya tentang fbt 1051n diganti 1010a atau 1043b hasilnya gak max karena beda nama pin no1 saja.yaitu 1051=INNER. 1010a=TEP

MAAF bukan bermaksud menggurui hanya berbagi pengalaman buat yang belum tahu dan ini juga pengalaman pertama saya tentang fbt dengan out INNER.
setelah mondar mandir dimbah google ketemulah blog yang bahas fbt universal tanpa out inner dan disitu dijelaskan bahwa inner bisa disambung ke 15v atau buat lilitan di ferit fbt.
Akhirnya saya coba jalur inner di pcb saya putus dan buat lilitan 8 lilit ujung satu ke gnd satu lagi ke jalur inner. Dan allhamdulillah gambar bisa lebar bahkan lebih dan heatsing hor gak panas berlebihan.kemarin pake 1010a/1043b, sempet tambah c damper sampai pasang trafo yoke gambar bisa full tapi pinggir layar putih heatshing panas sekali dan kalau kontras tinggi gambar jadi ciut B+ goyang..
Terimakasih .

 Susah mencari flyback asli?? sekarang tidak usah bingung, kita bisa menggunakan flyback lain yang typenya berbeda tapi pin outnya sama, contohnya lihat disini...



Kini Sudah Canggih, Apapun sudah ada yg buatin. untuk rangkaian TV sudah banyak yg dibuat permodul. Jadi kita kalao butuh sisa mencangkoknya. Misal Regulator yg bermasalah dan tidak bisa diperbaikin, kita bisa mencangkok AC MAtic-nya, malah yg terbarunya lebih simpel yakni menggunakan kit gacun yg cuan menyabung 3 atau 2 kabel saja (hebat kan...), dulu sy pernah juga  mendapat kit modul croma tv, tapi sepertinya kurang laku dan malah menghilang, untuk Yoke Defleksi jika sangat tdak mendukung Nilai ohm  Horizontalnya bisa dengan menabahkan Trafo, yang lain ada remote multi, nah yg baru saya dapat    adalah FLAYBACK MULTI.
 
Untuk Tv 14 sampai 21 inch kita bisa menganti dengan flyback type lain bilamana kita tidak mendapat flyback aslinya atau persamaannya.
Sebut saja Flyback 154 - 177B. Flyback ini sangat bisa sekali digunakan walau dengan memotong dan merubah jalur pada board, saya sering mengunakan apabila kesulitan mencari flyback asli dan persamaannya tentunya atas persetujuan yang punya tv.

Contohnya pernah menerapkannya pada TV KONKA, LG pearlblack 21", TCL flat, Aiwa, Sharp dll dan hasilnyapun sangat memuaskan dan tidak pernah ada komplain.
Itu semua untuk tv 14 sampai 21 inch.

Bagaimana dengan TV 29 inch yang nota bene dibutuhkan flyback yang mampu menghidupkan layar sebesar itu.
Disni saya bukan menyarankan tapi hanya berbagi setelah mencoba menggunakan flyback multy / universal seperti pada gambar dibawah ini.


Kalo diperhatikan dari pin outnya flyback ini sangat lengkap, tinggal kita yang mengaturnya sesuai dgn pin out flyback yang mau kita ganti.
Untuk mengatasi kelebaran gambar kita bisa memindahkan Pin Colector dengan tiga pilihan tap:
  1. 110V
  2. 130V
  3. 140V
Apabila kita memasang pada 110v dan tampilan pada layar kurang melebar kiri kanan maka kita bisa memindah ke tap 130v atau 140v.
Dan bila ada kekurangan atau kelebaran cuma 1 cm kita bisa merubahnya melalui service Mode atau merubah secara manual / atur trimpot hor width.

NB:Untuk tv yang menggunakan INNER bisa menyambungkan ke pin 15v atau buat lilitan baru sebanyak 12 putaran pada ferrite flyback.
Semoga  bermanfaat.

Wednesday, July 28, 2021

Cara pasang gacun di TV politron U - slim

 Bisakah TV polytron U-slim digacun?


jawabnya bisa,caranya :
1. Potong jalur colector transistor T505 A1023 yg ke colector Transistor T504 C2328/regulator +5VD

2. Cabut salah satu kaki R514 1 ohm di emittor T505 A1023 kaki yg ketegangan 50V sambung/solder ketegangan +12VA



3. Cabut salah satu kaki R516 2k2 dikaki colector Transistor T506 C1815,sambung ke kaki Anoda dioda D1 IN4148/dioda baru/tambahan,kaki katoda dioda D1,sambung ke kaki colector transistor T1 C1815

4. Kaki emittor T1 sambung ke GND,kaki basis sambung pakai resistor 22K,ujung resistor 22K sambung ke colector transistor T506 C1815 dan dari kaki colector T506 kasih R5. 560 ohm ketegangan +5VD/kaki emittor transistor T504 C2328

5. Cabut salah satu kaki R508,R509,R510,R511 yg ketegangan +12VA,ke empat kaki Resistor tadi sambung jadi satu,sambungkan ke colector transistor T505 A1023


6. Sedikit koreksi yg diskema :
   Di T502
   R509 = R508
   R510 = R509
   Di T503
   R511 = R511
   R510 = R510
   R516 tambahan dengan nilai 22K,sedangkan R516 di basis transistor T505 tetap 2k2 diseri dioda    D1 IN4148
 

7. komponen tambahan yg diskema :
   D1 : IN4148
   T1 : C1815
   R5 : 560 ohm
   R516 : 22K/kesalahan menulis yg seharusnya R516 ada dibasis T505


8. Untuk set tegangan gacun cukup acuan di +12VA jika sudah tepat terukur +12V maka tegangan seperti :
   +115V/normal terukur 113V
   +38V
   +10V 

otomatis akan terukur normal

NB : skema hasil jiplak mesin tv china ic LC863532C 55L1 yg saya gabung dengan PSU polytron slim mudah2an paham dan gak bingung dan maaf skema asal jadi.


sumber : dokumen tv dan parabola