Saturday, May 9, 2015

Bagian-bagian flyback dan fungsi pin kaki-kaki flyback


disini saya akan membahas tentang bagian-bagian flyback dan kegunaan pin-pin pada kaki flyback, karna kita sebagai teknisi sangat penting apabila kita akan mengganti flyback.
Flyback adalah salah satu komponen monitor yang sangat bermampaat untuk menghasilkan tegangan tinggi dan tegangan renda yang dibutuhkan oleh monitor.
Flyback sebetulnya adalah trafo tapi trafo untuk tegangan tinggi agar tabung bekerja menghasilkan gambar.
Bagian-bagian flyback sebagai berikut:

A.Bagian primer.
B.Bagian skunder.
C.Bagian yang tersisa antara primer dan sekunder yaitu:
ABL, Screen, Fokus & Kop Flyback
A.Bagian Primer Flyback Diantaranya Adalah:
1.COLECTOR:
ini terhubung dengan colector Transistor horizontal. Jika flyback bekerja maka pin ini akan menghasilkan tegangan tinggi.
2.Dioda dumper:
ini terhubung dengan dioda dumper.
Catatan:tidak semua flyback memiliki kaki dioda dumper
3.B+:
Ini terhubung dengan tegangan B+ 55v dan FET630. Ini adalah kaki untuk tegangan kerja flyback, jika tegangan B+ tidak masuk maka flyback tidak bekerja dan layar tidak akan menyala.
Catatan:Colector, Dioda dumpe & B+, jika ke tiga kaki ini di ukur dengan ohm meter maka akan terhubung.
B.Bagian Skunder Flyback Diantaranya Adalah:
1.GROUND:
Ini terhubung dengan ground monitor.
2.AFC:
(Automatic Frecuency Control) ini tegangan 30-40 DCv, fungsinya untuk mengatur kerja IRF630, kalau tegangan terlalu tinggi, mislnya membutuhkan tegangan 36v DC lalu kita kasi 40v DC maka IRF tidak akan bekerja dan tegangan B+ akan tetap 55v dan gambar monitor akan berkuran bagian kiri dan kanan.
Kalau IRF bekerja maka tegangan 55v akan menjadi tegangan 90-125v tergantung dari resolusi monhtornya.
3.G1:
Ini terhubung sama dioda dengan posisi terbalik sehingga keluarnya adalah tegangan minus antara 100-175 DCv.
Dan setelah dioda akan ada elco regulator dan juga terbalik, jadi kaki positif terdapat di ground monitor dan kaki negatif terdapat di katoda terbalik itu.
C.Bagian ABL:
ABL (Automatic Brightness Liminter) ini tegangan tak terukur.
Pin ini harus terhubung ke jalurnya jika tidak maka akan keluar percikan api listrik.
Fungsinya untuk membatasi brightness yang menuju ke blok RGB secara otoumatis.
Bagian screen (G2)
Ini adalah bagian yang berpungsi untuk mengatur gelap terangnya ganbar.
Bagian Fokus (G3/G4)
Ini adalah bagian yang berfungsi untuk mengatur fokus gambar jika gambar kabur.
Bagian Kop Flyback.
Ini adalah bagian yang menghasilkan tegangan tinggi 26kv yang menuju di atas tabung.
Pesan…
Jika ada yang kurang silahkan di tambah/sahre pegetahuan anda disini…!!!

KAKI TUNER TV DAN MODIFIKASINYA


Assalamualaikum..
bagi sobat jagat yang punya masalah pada sinyal posting tentang kaki tuner tv berikut akan sangat membantu..selain itu juga saya posting juga modifikasinya bisa buat ngecek kondisi tuner..apakah tuner yang rusak atau rangkaian yang rusak sebab tuner lumayan mahal apalagi yang sudah pakai SDA dan SCL..
simak ya coy..
Tuner, atau Penala berfungsi untuk memilih kanal / stasiun dengan cara merubah gelombang radio yang diterima antena menjadi signal IF (Intermediate Frequency). Didalam Tuner terdapat 3 rangkaian utama, yaitu : (1) Penguat frekuensi tinggi / Penguat RF (RF Amplifier), (2) Pencampur (Mixer) dan (3) Osilator lokal (Local Oscillator).
Penguat Frekuensi Radio (Penguat RF)
Penguat frekuensi tinggi, seperti namanya, berguna untuk menguatkan sinyal frekuensi radio yang diterima oleh antena. Penguat RF ini harus memiliki karakteristik penguatan yang merata pada seluruh bidang frekuensi dan memiliki perbedaan penguatan antar kanal yang sekecil mungkin. Karena rasio S/N (perbandingan sinyal terhadap noise) ditentukan oleh penguat RF ini, maka penguat RF harus memiliki penguatan (gain) yang cukup besar, tetapi juga harus tetap menghasilkan distorsi yang kecil jika ternyata gelombang yang diterima sudah cukup besar, untuk itulah maka ditambahkan rangkaian kontrol penguatan otomatis (AGC / Automatic Gain Control) yang diumpan-balik kan pada rangkaian RF ini.
Pencampur (Mixer)
Fungsi mixer adalah mencampur gelombang radio yang diterima antena yang telah dikuatkan oleh Penguat RF dengan keluaran osilator lokal sehingga diperoleh signal IF (intermediate frequency) yang merupakan selisih dari kedua frekuensi yang dicampur tersebut. Frekuensi pembawa sinyal yang dikeluarkan rangkaian mixer ini adalah dibuat tetap sebesar 38,9 Mhz yang merupakan frekuensi pembawa gambar yang didalamnya juga terdapat sinyal singkronisasi dan frekuensi sebesar 33,4 Mhz yang merupakan frekuensi pembawa suara.
Osilator Lokal (Local Oscillator)
Fungsi osilator lokal adalah membangkitkan frekuensi yang nantinya dicampur dengan frekuensi yang diterima antena sehingga didapat frekuensi IF, frekuensi osilator lokal dapat diubah-ubah sesuai dengan kanal / saluran yang dipilih.Osilator lokal harus sangat stabil, karena jika osilator lokal mudah tergeser maka gambar dan suara tidak dapat direproduksi dengan sempurna. Untuk mendapatkan ke-stabilan ini maka ditambahkan rangkaian kontrol AFT (Automatic Frequency Tuning) atau AFC (Automatic Frequency Control) yang berguna untuk mendeteksi penggeseran frekuensi pembawa sinya IF gambar yang kemudian di umpan-balikkan ke osilator lokal, sehingga osilator lokal di-stabilkan oleh tegangan umpan-balik tersebut (tegangan AFT / AFC)
Kaki-kaki Pada Tuner (Pin-pin pada tuner)
Pada beberapa type, tuner memiliki kaki lebih dari 15 pin, namun beberapa yang lain hanya memiliki 5 pin saja, banyak sedikitnya pin tergantung seberapa komplek rangkaian pada tuner tersebut, karena ada beberapa tuner yang sudah digabungkan dengan penguat IF nya dalam satu blok, sehingga kaki-kaki dari tuner tersebut menjadi banyak. Secara umum tuner memiliki kaki dengan fungsi IF, B+, AGC, AFT, VT dan pemilih BAND. Berdasarkan fungsi kaki ini, khususnya kaki-kaki pengontrol pemilih Band dan tegangan tuning (tala) tuner dapat dikelompokkan menjadi 3 kelompok yaitu : (1) Tuner Analog, (2) Tuner Semi Digital, dan (3) Tuner Digital. Perbedaan mendasar dari tuner dengan sistem pengontrolan analog terhadap tuner dengan sistem pengontrolan digital adalah : Pada tuner dengan sistem pengontrolan digital, fungsi VT dan pemilih BAND di proses didalam tuner sehingga pin VT, VL, VH, dan VU yang ada pada tuner analog digantikan dengan pin SCL, SDA dan tegangan supply 33 Volt, Sedangkan untuk tuner dengan sistem pengontrolan semi digital, hanya pin pemilihan Band saja diproses didalam tuner, sehingga pin yang semula VL, VH, dan VU digantikan dengan pin B1 dan B2.
Tabel Fungsi Pin / Kaki Pada Tuner
Dibawah ini adalah tabel fungsi kaki (pin) pada tuner dengan sistem pengontrol Analog
Nama Kaki
Nama lain
Fungsi
Keterangan
IF Keluaran IF
BM B+ Tegangan Vcc tuner 5, 9 atau 12 Volt tergantung type-nya
AFC AFT Masukan tegangan pengontrol frekuensi otomatis, berguna menjaga kestabilan frekuensi Tegangan berubah saat frekuensi tergeser
BL VHL, VL Memilih BAND VHF Low (48 - 82 Mhz) atau Kanal 2 - 6 0 Volt = Non aktif, setara dengan Vcc = Aktif
BH VH Memilih BAND VHF High (175 - 224 Mhz) atau Kanal 7 - 13 0 Volt = Non aktif, setara dengan Vcc = Aktif
BU VU Memilih BAND UHF High (471 - 855 Mhz) atau Kanal 14 - 83 0 Volt = Non aktif, setara dengan Vcc = Aktif
AGC Masukan tegangan pengontrol penguatan otomatis (AGC) Saat signal lemah, tegangan naik, saat signal kuat tegangan turun
BT VT Masukan tegangan pengontrol frekuensi tuning (Voltage Tuning) 0 - 33 Volt
Dibawah ini adalah tabel fungsi kaki (pin) pada tuner dengan sistem pengontrol Semi Digital
Nama Kaki
Nama lain
Fungsi
Keterangan
IF Keluaran IF
BM B+ Tegangan Vcc tuner 5, 9 atau 12 Volt tergantung type-nya
AFC AFT Masukan tegangan pengontrol frekuensi otomatis, berguna menjaga kestabilan frekuensi Tegangan berubah saat frekuensi tergeser
B1 V1 Memilih BAND VHF Low, VHF High, UHF 0 VHF Low 1 VHF High 1 UHF
B2 V2 Memilih BAND VHF Low, VHF High, UHF 1 0 1
AGC Masukan tegangan pengontrol penguatan otomatis (AGC) Saat signal lemah, tegangan naik, saat signal kuat tegangan turun
BT VT Masukan tegangan pengontrol frekuensi tuning (Voltage Tuning) 0 - 33 Volt
* 0 = 0 Volt, 1 = Setara tegangan Vcc
Dibawah ini adalah tabel fungsi kaki (pin) pada tuner dengan sistem pengontrol Digital
Nama Kaki
Nama lain
Fungsi
Keterangan
IF Keluaran IF
BM B+ Tegangan Vcc tuner 5, 9 atau 12 Volt tergantung type nya
AFC AFT Masukan tegangan pengontrol frekuensi otomatis, berguna menjaga kestabilan frekuensi Tegangan berubah saat frekuensi tergeser
SCL Serial Clock 5 Volt
SDA Serial Data 5 Volt
AGC Masukan tegangan pengontrol penguatan otomatis (Automatic Gain Control) Saat signal lemah, tegangan naik, saat signal kuat tegangan turun
BT VT Suplay tegangan frekuensi tuning 33 Volt
Dibawah ini adalah tabel susunan kaki Tuner yang ada dipasaran
Type / Model
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
2-3-1
AGC
BT

B2
B1
BM
IF
6-1
AGC
BT
BU
BH
BL
BM
IF
JCH5912EV-B
AGC
BT
BU
BH
BL
BM
AFC

IF
JCH5912EV-B
AGC
BT
NC
B2
B1
BM
AFC
GND
NC
GND
IF
7-1, 113-118
BU
BT
BH
AGC
BL
AFC
BM

IF

FSDA05T-3
AGC
AS
SCL
SDA
NC
BP
BT
NC
NC
NC
IF
Beberapa Model / Type Tuner yang sering digunakan Televisi
113-118, 113-198A, 113-198C , 113-202 , 113-202A , 113-202B , 113-202C , 113-202K , 113-202N , 113-202P , 113-202T , 113-241 , 113-241A , 113-241C , 113-244Z , 115-V-0125AQ , 1-464-756-11 , 1-464-756-21 , 1-465-371-11 , 1-465-371-12 , 1AV4F1BAM0010 , 1AV4F1BAM0140 , 1AV4F1BAM0160 , 1AV4F1BAM0161 , 1AV4F1BAM0190 , 1AV4F1BAM0210 , 1AV4F1BAM0211 , 1AV4F1BAM0213 , 1AV4F1BAM0242 , 1AV4F1BAM0243 , 1AV4F1BAM0244 , 1AV4F1BAM0246 , 1AV4F1BAM0270 , 1AV4F1BAM0280 , 6700PFPL05A , 6700VNF004E , 6700VNF004H , 6700VNF009V , 6700VNF010B , 6700VNF010C , 6700VNF010D , 6700VPF003B , 6700VPF003D , 6700VPF005D , 6700VPF009D , 6700VPF009L , 6700VPF009V , 6700VPF009Z , 6700VPV002A , 6700VPV002A , 8-598-039-01 , 8-598-039-02 , 8-598-047-00 , 8-598-047-01 , 8-598-047-20 , 8-598-047-40 , 8-598-047-41 , 8-598-254-00 , 8-598-254-10 , 8-598-254-20 , 8-598-254-50 , 8-598-269-00 , 8-598-339-00 , 8-598-339-00 , 8-598-339-10 , 8-598-339-10 , 8-598-339-20 , 8-598-339-20 , 8-598-339-30 , 8-598-339-30 , 8-598-340-00 , 8-598-340-10 , 8-598-340-20 , 8-598-341-00 , 8-598-426-00 , BTF-WA401 , CHR7C707B , DCF8719 , DCF8724 , DT5-BF18D , DT5-NF20D , DT5-NF20F , DT9-NF07D , DT9-NF10D , DT9-NF10F , DT9-NF20D , EC926X2 , EC931X3 , EL463 , EL811 , EL811LX1 , EL813 , EL921 , EL921L2 , ELA11L1 , ENV56878G2 , ENV56897G3 , ENV-568B2G3 , ENV568D4G3 , ENV568D4G3 , ENV568H3G3 , ENV568L1G3 , ENV568L1G3 , ENV568N0G3 , ENV56D01G3 , ENV56D02G3 , ENV56D15G3 , ENV56D18G3 , ENV56D20G3 , ENV56D35G3 , ENV56D44G3 , ENV56D71G3 , ENV59D06G3 , ENV59D36F2 , ENV59D58G3 , ENV59D58G3 , ENV59D68F1 , ENV59D82G3 , ENV59D99G3 , ENV59DL4G3 , ET-3D1-EW , EWT-5V3K2-E01W , FI1216 , FI1246 , FI1256 , KS-H-104EA , LED PLUG , MTM-4045 , MTP-MM-4015 , QAU0168-002 , SKW-142 , SKW-151 , ST5HD84 , ST5HD970 , ST5HZ64 , ST5UF51 , ST5UF770 , ST5UF78S , ST5UF83A , ST5UZ68 , ST6HD64 , ST6UF66 , ST6UF78 , TCMU30111PTT , TCPN4782PA16A , TDF-3M3S , TDQ-38 , TDQ-3-CATV , TECC0949PG35A , TECC0949PL35A , TECC0949VG28A , TECC0949VG28A , TECC0949VG28B , TECC0949VG29A , TECC0949VG29B , TECC0949VG33A , TECC0949VG33B , TECC0985VD28A , TECC1040PG26B , TECC1040PG26B , TECC1040PG26C , TECC1040PG26E , TECC1040PG30M , TECC1040PG31A , TECC1040PG32A , TECC1040PG32T , TECC1040PG36A , TECC1070PG21B , TECC1070PG26A , TECC1070PG26B , TECC1070PG31A , TECC1070PG32A , TECC1070PK22A , TECC1080PK21B , TECC1080PK25A , TECC1080PK25B , TECC1880PA08A , TECC1880PA08C , TECC1880PA08C , TECC1880PA09A , TECC1880PA09C , TECC1880PA21A , TECC1880PA21B , TECC1880PA21D , TECC1880PA21K , TECC1880PK21B , TECC1880PK25A , TECC1880PK25B , TECC1880PK25D , TECC1970PG26A , TECC1980PA21A , TECC1980PK25A , TECC1980PK25D , TECC1980VA15A , TECC2949PG28A , TECC2949PG28B , TECC2949VG28A , TECC2989VA14B , TECC2989VA15A , TECC2989VA15B , TECC2989VA24A , TECC2989VD28A , TECC2989VD28B , TELH9-226C , TELH9-313A , TELH9-930A , TEMIC 3400 , TEMIC 3402 , TEMIC 5000 , TEMIC 5002PH5 , TU8NSM01F , TUNER 2900 , TUNER EC411 , TUP1105 , TUSH8-C90B , TUSH8-C90E , TUSH8C90F , TUSH8-C90H , TVCH-3103B , TVSH6UZFF , UV1315 , UV1316 , UV1355 , UV915 , UV916 , UV917 , VTSA7UK50 , VTSH6JF65 , VTSH6UF65 , VTSH6UF78 , VTSH6UZ60 , VTSH6UZ61-P , VTSH6UZ62P , VTSH6UZ64 , VTSH6UZ78 , VTSH6UZFC , VTSH7UF56 , VTSH7USZFD , VTSH7USZFD1 , VTSH7UZ50 , VTSH7UZ50 , VTSH7UZ51 , VTSH7UZ59 , VTSH7UZ64 , VTSH7UZ64 , VTSH7UZ68 , VTSH7UZ73 , VTSH7UZFD1 , VTSR7UD52 , VTSR7UF56 , VTSR7UF67A , VTSR7UZ50 , VTSS6USEFH , VTSS6USZF , VTSS6USZF , VTSS6USZF7 , VTSS6USZFE , VTSS7USZF1 , VTSS7USZFC , VTSS7UZF1, Dll
Kesalahan yang sering ditemui pada Tuner
Dibawah ini adalah gejala yang sering ditemui pada televisi yang dapat menunjukkan bahwa tuner kemungkinan dalam kondisi rusak, tetapi gejala-gejala tersebut harus dibarengi dengan proses pengukuran tegangan masukan pada kaki-kaki tuner dan sinyal masukan dari antena. Jika hasil pengukuran tegangan masukan dan sinyal masukan dari antena dalam kondisi normal, tetapi tetap muncul gejala-gejala seperti yang ditunjukkan pada tabel dibawah ini, maka blok tuner bisa dipastikan dalam kondisi rusak.
Gejala
Hasil Pengukuran
Kemungkinan Kerusakan pada
Penerimaan sinyal lemah (noise) Tegangan AGC normal, Sinyal antena kuat Penguat RF
Tidak dapat menerima siaran sama sekali Tegangan VT, AGC, pemilih band normal Penguat RF, Mixer, Osilator lokal
Tidak dapat menerima siaran pada salah satu band Tegangan pemilih band normal Osilator lokal
Frekuensi bergeser Tegangan VT normal, AFT normal Osilator lokal
Sebelum melakukan penggantian blok tuner, coba lakukan penyolderan ulang pada setiap solderan komponen dalam tuner yang kemungkinan solderannya terjadi keretakan setelah lama digunakan, sebab sering kali tuner kembali normal setelah dilakukan penyolderan ulang, solderan yang mengalami keretakan disebabkan oleh suhu dalam tuner yang meningkat saat tuner bekerja, suhu yang tinggi tersebut menyebabkan timah solder meleleh, sehingga solderannya menjadi retak.
MODIFIKASI TUNER

CONTOH KASUS :
Toshiba 29” eks bengkel lain. Datang dalam keadaan sudah tanpa Tuner
Ketika kami tanyakan tuner bekas sudah tidak ada lagi. Informasi pemilik sudah dicarikan kemana-mana tidak ada

PEMERIKSAAN AWAL DAN PERCOBAAN :
Hasil pemeriksaan pada main board tuner yang digunakan adalah jenis FS (frequency sythesizer) atau PLL
Kebetulan kami memiliki stock (bekas cabutan) beberapa macam tipe tuner PLL seperti merk Samsung, China, Panasonic, Sanyo, Sony………….. maka terus kami lakukan percobaan satu demi satu.
Dan hasilnya….tidak ada sebuahpun yang cocok……… atau dapat terima siaran
Tetapi pada saat mencoba dengan eks Sony Kirarabaso……tegangan pada pin-VT tuner bisa main berubah dari 0 ~ 32v ketika dicoba auto-search….hanya gambarnya tidak terima sama sekali
Wah sayang sekali kalau hanya gara-gara tidak ada tuner - teve yang tabungnya masih bagus ini tidak dapat digunakan atau harus ganti mesin. Setelah berpikir beberapa saat maka kemudian kami lakukan percobaan modifikasi sebagai berikut.
SOLUSI :
Pasang tuner biasa jenis VS (Voltage synthesizer) pada lokasi bekas tuner yang rusak. Tuner ini yang kami sambung adalah kaki-kaki : (Vcc 5v), (AGC), (IF-out), (Gnd)
Pasang pada lokasi terpisah tuner eks Sony Kirarabaso, dimana yang kami sambung adalah kaki-kaki : (Vcc 5v), (Vcc 30v), (SDA), (SCL).
Kemudian pin-VT dari Sony kami sambung ke pin-VT tuner VS.
Coba auto-search…………..dan jreeeeeng…….gambar bisa terima…….dan semua bisa ter-memori dengan sempurna

CATATAN :
Mengganti tuner PLL dengan tipe lain dan cara memerikas tuner tersebut PLL cocok atau tidak :
Pasang tuner
Lakukan auto search
Amati - apakah raster ada noise yang kuat…..kalau tidak ada berarti tuner tidak cocok
Raster ada noise – coba sentuh2 antena input. Jika raster tidak kedip-kedip saat disentuh-sentuh maka tuner tidak cocok
Jika tuner tersebut memiliki pin-VT (lokasi didepan setelah pin-AGC). Ukur tegangan VT apakah bisa berubah dari 0 ~ 33v. Kalau tidak bisa berarti tuner tidak cocok. Perlu diketahui bahwa tidak semua tuner PLL mempunyai pin-VT.
kalau tidak punya dan untuk memastikan makan gunakan dulu tuner biasa..
Cara memastikan kalau tuner jensi PLL atau tuner FS rusak.
Kadang kita menjumpai Tuner jenis Frequency Synthesizer (FS) atau tuner PLL yang tidak terima siaran. Raster sudah ada noise, tegangan 5v, 32v, SDA dan SCL dicek semaunya normal.
Jika tidak menangkap siaran mungkin saja disebabkan problem pada bagian lain seperti Video-IF, ic program, memori, atau tuner itu sendiri.
Mencurigai kerusakan tuner kadang kita ragu-ragu. Apalagi tuner semacam ini kadang tidak dapat diganti dengan sembarang tuner sejenis lainnya.
Untuk memastikan masalah betul-betul disebabkan tuner yang rusak, maka kami biasanya memakai cara seperti dibawah ini.

1. Lepas tuner yg rusak.
2. Sediakan sebuah tuner biasa atau tuner Voltage Synthesizer (VS) dan sebuah VR 50K
3. Sementara dengan bantuan kabel-kabel buat sambungan-sambungan sebagai berikut.
4. Buat sambungan-sambungan ke tuner dengan Vcc 5v, AGC, IF-out, Gnd.
5. Kunci tuner pada posisi UHF saja dengan cara memberi tegangan 5v pada pin-UHF jika menggunakan tuner jenis 3 bandswitch. Kalau menggunakan tuner jenis 2 band-switch kunci dengan memberi tegangan 5v pada Band-sw1 dan Band-sw 2.
6. Satu ujung VR disambung ke Gnd dan satunya lagi ke 33v, dan kaki tengah disambung ke pin-VT tuner.
7. Hidupkan teve, dan gunakan VR untuk dengan cara diputar-putar untuk mencari siaran.
8. Kalau gambar dan suara bisa diterima berarti Tuner PLL memang betul rusak.
ane dapat dari...
http://mamanrehzee.wordpress.com
http://marsonotv.blogspot.com

Friday, June 13, 2014

Rangkaian Power Mini Amplifier OCL 18W


Munkin dalam kehidupan sehari hari kita sring membutuhkan hiburan multimedia berupa TV, Tuner FM, Mp3, DVD, soundbox, dan masih banyak multi media yang kita butuhkan untuk mempermudah kerja kita dan untuk menjadi hiburan bagi luang waktu kita.

OK sahabat, munkin dari semua multimedia itu ada suatu komponen yang menyebabkan suatu suara yang sangat penting dan tidak terlepaskan dari yang namanya multimedia yaitu adalah komponen atau rangkaian AMPLIFIER.
Amplifier adalah alat bantu pengeras suara yang digunakan untuk menyambung suatu output dari multimedia seprti diatas tadi.
Hmmmmm... OK deh selanjutnya kita langsung saja ke pokok permasalahan
Cara Membuat Mini Amp. Dalam pos ini saya akan menjelaskan pembuatan mini amp tipe OCL 18W dengan sebuah IC TLE 2141C .
1. Power Mini Amp OCL 18w
Rangkaian OCL 18W ini dapat menghasilkan daya output 18 watt RMS pada beban loud speaker sebesar 8 Ohm. Rangkaian OCL 18W ini dapat digunakan atau dapat di aplikasikan sebagai penguat audio pada output multimedia tadi.
Untuk mengoprasikan rangkaian OCL 18W pada gambar di bawah, akan diperlukan sumber tegangan sebesar 22 volt DC. Rangkaian OCL 18W menggunakan power transistor NPN dan PNP tipe TIP 41 dan TIP 42.
Untuk merakit atau membuat rangkaian OCL 18W, ini dapat dilihat dari gambar skema rangkaian dan daftar komponen yang akan kita guakan pada gambar skema
Rangkaian OCL 18W sebagai berikut :

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhdEPPriBwUepnws4BKxDWQbI1U2UX9k7DjXw0OnvAWAGLzZUx8v4c9OSf2LwUTNwJWQnVoR3JHYynoqjXyD6s03a5LZ0qEJ9tqiKnRAqXWqn6OgLE5MHMmM1_gArRcND8S1HUrD5QfTMsG/s400/Gambar-Rangkaian-Mini-Amplifier-OCL-18W.gif



Daftar Komponen OCL 18W :

1.
 Resistor 
Atau bisa kita sebut sebagai hambatan. Resistor yang akan kita gunakan di rangkaian ini adalah
R1=  1K
R2=  4K7
R3=  100R
R4=  4K7
R5=  82K
R6=  100R
R7=  22R 4W
R8=  1K
R9=  2K2

2.
 Dioda
Adalah komponen semi konduktor yang membuat arus DC dan terdiri dari 2 kaki yaitu kutub negatif dan positif. Ada satu lagi macam Dioda yaitu tipe LED atau Light Emeiting Diode yang bersifat memancarkan sinar warna. Dioda yang kita gunakan adalah :
D1=  1N1418
D2=  4A
D3=  LED

3.
 Kapasitor
Adalah komponen untuk menyimpan arus atau meredam arus. Penyimpanan arus terdiri dari beberapa ukuran kapasitor yg memiliki satuan berupa Micro Farad atau uF, mF, nF . Kapasitor yang akan kita gunakan adalah :
C1=  470nF
C2,C5= 100uF/3V
C3,C4=  470uF/25V
C6=  100nF
C7,C8=  4700uF/25V

4.
 IC 
Atau bisa di sebut sebagai
 intregated circuit yaitu sirkut terpadu yang berfungsi sebagai otak dari seluruh board elektronoka. IC yg kita akan gunakan di rangkaian ini adalah :
IC1=  TLE 2141C

5. Transistor
Adalah alat semi konduktor yang sipakai sebagai penguat, pemutus dan penghubung, stabilitas tegangan, mdulisasi sinyal dan kegunaan lainnya. Transistor yang kita gunakan adalah:
 
Q1=  BC 182
Q2=  BC 212
Q3=  TIP 42 A
Q4=  TIP 41 A

6.Trafo 
Adalah komponen elektromahgnet yang dapat mengoprasikan tegangan AC ke taraf tegangan lainya, Trafo yang kita akan gunakan adalah :
T1=  220V/ 15 + 15 V

Rangkaian di atas memiliki respon frekuensi yang cukup lebar antara 30Hz sampai dengan 20 KHz dan sensivitas input dengan level 150mV.
Rangkaian ini dapat langsung dihubungkan dengan output seperti multimedia diatas seperti DVD, MP3, dan lain lain tanpa menggunakan pengatur nada, karena rangkaina ini telah dilengkapi dengan pengatur volume pada bagian inputnya.

Transistor power TIP41 dan TIP42 harus dipasang pada pendingin karena transistor tesebut akan berkerja dan menimbulkan panas pada permukaan transistor tersebut. Jika transistor mendapat pendingin yang cukup untuk mengeluarkan panas, maka transistor akan bekerja secara optimal dan tidak akan cepat rusak.
 

Hmmmmm... baiklah sob.. semoga berhasil yah...

Tone Control ( Audio Control )TL 074

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi5-noHi-OGu_h9G6QlGCE4-Q4ma-wtj2Ztx_10HG0bBzwNlb9WBfn0ee6qsykiDyel02cwHJDX-kEe3OxoB_7fJtBlWxk-AAG8e-FKVeRFRBaFKLqn5agmUuWrYOKEb9Xh5uCw1Bt47av1/s400/tone+control.jpg

Tone contro atau audio control adalah perangkat atau rangkaian pendukung dari power amplifier yang berguna untuk mengatur rendah atau tingginya nada. Tone control biasanya memiliki pengaturan dasar nada yaitu : volume, treeble, dan bass.
Dan di pos ini saya akan menjelaskan Tone Control Low Noise.
Namun tone control ini bersifat stereo atau ganda, tapi gak masalah kok,.. soalnya tone stereo bisa di gunakan di mono ataupun stereo power amplifier.

Tone control low noise di sini bukan berarti tanpa noise, tetapi paling rendah noise di antara tone control yang ada di pasaran, misalkan ronica 4 transistor, TL-084, TC-2 LM833 dll.
Hmmmm... OK, dech gak usah bertele tele lagi....
Langsung aja kita ke penjelasan masing-masing komponen...

A. Potensio 1

Berfungsi untuk mengatur intensitas/level sinyal yang masuk dibantu Potensio 2 sebagai balance/penyeimbang. Potensio 2 ini masih dipasang biasa dan merupakan komponen opsional. R1 sebenarnya adalah kapasitor 1-2uF/250V yang bermerek,
tetapi saya lebih memilih menggantinya dengan resistor 1K/5% biasa karena alasan menghindari hum dan gangguan yang sensitif. R2 meminimalisasi gangguan tadi sedangkain R3 menyesuaikan impedansi OP-amp 1. R4 & R5 berfungsi untuk menaikkan penguatan sebesar 1,3 kali. Pre amplifier standar biasanya menggunakan penguatan sebesar 2 kali, tetapi oleh sebagian besar dari kita menganggap ini bernois. Jadi saya memilih nilai 1,3 kali, noise paling minim tetapi sinyal dari Volume sudah cukup membuat lampu peak menyala.

Untuk low noise...
Penyebab nois ada di Op amp 1, apex audio malah menghilangkan stage ini. Bisa
juga step ini dijadikan buffer (jumper R5), penguatan sebesar 1 kali. Turunkan nilai R5 atau naikkan nilai R4 dengan konsekuensi penguatannya menjadi kurang, tetapi tetap berada pada nilai di atas 1 kali karena input mengambil jalur non-inverting, sehingga sinyal dapat & nois berkurang. R4 bisa juga diganti dengan trimpot 10K dan kaki tengahnya masuk ke rangkaian bass adjuster (resonansi bass).

B. C1 & C6

Sebagai filter untuk mengurangi treble/frekuensi tinggi yang berlebihan atau sering disebut pencegah osilasi. R6 sebenarnya adalah komponen opsional yang sedikit membantu menyesuaikan impedansi sistem. R7 idealnya sama dengan R8 untuk mempermudah
 
memberikan nilai tanda gain pada panel potensio tone control. C2 dan C3 membentuk rangkaian seri filter treble (high pass filter), nilainya semakin besar maka suara yang dilewatkan semakin mid. C4 dan C5 dibantu dengan R9 & R10 membentuk low pass filter (filter bass), semakin besar nilai C ini suara bass yang dilewatkan akan semakin empuk/low (maksimal 47nF), semakin kecil nilai c ini maka sinyal bass yang dilewatkan akan semakin dip (dig-dig, c4=c5=22nF). Nilai yang cocok untuk ini adalah 27-33nF, bukan 47nF (tergantung selera). Pot 3 & pot 4 mengatur level treble & bass, semakin besar nilai potensio ini semakin besar penguatannya (bass & treble-nya termasuk potensio volume). R11 menyesuaikan impedansi keluaran, sedangkan R12 dan led merah sebagai indikator peak yang menunjukkan kalau amplifier sudah diberi sinyal penuh...

Seemoga berhasil yha sob...
 

Nah... sahabat booger.. sering kali kita ingin sesuatu yang lebih super kan ?. Seperti rangkaian power amp yang munkin memiliki suara bass yang berbeda beda, tapi bagi kita untuk suara bass munkin lebih enak di dengar bila suara bass itu bisa nendang. nah, di pos ini juga saya juga akan memberikan tips Memodifikasi Rngkaian Power Amp Agar Suara BASS Bisa Nendang.
 
Tips ini berlaku untuk rangkaian power OCL, Blazer, gain clone, dan amp simetrik lainnya.
Dan berikut ini caranya :
1. Power supply
Cara yang paling mudah untuk mendapatkan nilai watt yang besar adalah dengan memperbesar nilai tegangan power supply. Misalkan power amplifier blazer menggunakan supply 47v CT 47v. ini akan menghasilkan 200W rms per pasang transistor final pada outputnya. untuk catu daya 32v CT 32v (power OCL) jangan paksakan men-drive speaker 15″ jika suara bass dirasa kurang.

2.  Rail Transistor
Gunakan minimal 2 rail transistor final (1 rail=1 pasang)
berfungsi juga untuk mengurangi panas dan meringankan kerja transistor.

3. Speaker Bass
Gunakan speaker bass sesuai karakter yang diinginkan
misal 12″ lebih cocok untuk hentakan/kick drum dan treble, sedangkain 15″ cenderung ke bas-mid dan gitar bass.
4. Modifikasi Untuk Power Blazer
Power Blazer memang mempunyai gain yang sangat rendah. Beberapa teman berpendapat
bahwa transistor sanken memiliki karakter bass yang sangat empuk, tetapi suara disitu-situ saja alias suaranya tidak bisa menempuh jarak jauh. Ini tidak benar membandingkan transistor berdasarkan kemasan atau mereknya. Transistor-transistor besar rata-rata memiliki penguatan/gain yang lebih rendah, pantas saja suara bass-nya empuk, terkesan lemah. Untuk menaikkan gainnya kita perlu tambahan rangkaian. Pasang kit tambahan berupa rangkaian master mixer atau giga bass yang dipasang pada input blazer. Usahakan gunakan kit dengan catu daya simetrik +12v ct -12v, ini untuk menghindari signal transien yang berlebihan pada saat power dihidupkan. Power Blazer tidak perlu modifikasi.

5. Modifikasi pada rangkaian:
Setiap rangkaian power mempunyai 5 komponen kecil yaitu IC 0p-amp,
resistor input, resistor gain, dan jaringan R-C. Resistor gain dibantu dengan
R input berfungsi untuk menaikkan penguatan (gain). Penguatan yang berlebihan akan
menimbulkan noise. Biasanya nilai R gain ini sebesar 15k untuk power blazer,
22k untuk gain clone, 33k untuk power OCL. Semakin kecil nilai R-gain akan semakin kecil penguatannya, tetapi semakin low noise. Rangkaian R-C berfungsi untuk resonansi bass. Nilai R-C ini berkisar 560 ohm & 47uF (OCL) sampai dengan 1k-100uF. Menariknya di sini, semakin besar nilai C (elko) nada bass-nya semakin empuk. Sebaliknya semakin kecil C nada bass semakin mid. nilai C ini maksimal adalah 47uF untuk gitar bass yang menggetarkan badan, untuk nada bass kendang dan drum yang menghentak di dada gunakan nilai C 10-22uF tidak lebih.
Kapasitor input untuk power OCL biasa, ganti C input 100nF
dengan 22nF, kapasitor kecil ini jangan khawatir kekurangan bass. Nilai 22nF sangat cocok jika tone control menggunakan transistor seperti PCB ronica sc-006 (tone control transistor).
Untuk tone control yang menggunakan IC, C input jangan diganti dengan nilai keci tapi justru dengan nilai yang lebih besar, misal 220nF. Untuk 4 kapasitor yang ada di kaki potensio bass biasa menggunakan 33nF seperti di PCB ronica, bukan 47nF(ini kurang nendang).
Untuk kesetabilan frekuensi (bass-mid-treble) pasang kapasitor tambahan sebesar 1nF di resistor 100k (input power) secara parallel, ini akan membatasi signal noise yang mengganggu. Dengan kapasitor ini menjamin rangkaian dan speaker bekerja dengan karakter bass . Jika power dalam keadaan on dan kita sentuh inputnya, yang terdengar harus nada bass yang powerful, bukan jeritan treble yang mematikan tweeter.

OK sob.. semoga berhasil yha...
 

Mengatasi dengungnya power amplifier yg sering kali tedengar bising di telinga. Sering kali membuat suara akan tercampur oleh bising dari berdengungnya power amp.
 Power amplifier yang kita rakit kadang menimbulkan dengung kecil karena grounding
yang kurang sempurna.

Berikut ada beberapa cara untuk mengatasi dengung pada power amplifier:

1. Jauhkan rangkaian yang sensitif dari transformator, dimensi casing tidak terlalu kecil.
Salah satu blog malah menganjurkan untuk memakai dua bok, satu bok khusus untuk transformator. Untuk amplifier dengan trafo toroid atau trafo besar, sebaiknya hanya berisi rangkaian power ampli saja, tanpa tone control.

2. Rubah posisi transformator, sisi samping menjadi sisi bawah (trafo menjadi tinggi) dengan
tulisan menghadap rangkaian yang sensitif

3. Gunakan spacer pada tiap papan PCB setinggi setengah tinggi trafo, misalkan setinggi 2,5cm atau lebih sehingga papan PCB sejajar dengan inti/pusat transformator, di sini efek medan terlemah.

4. Sebaiknya menggunakan satu modul stereo daripada dua modul mono
ini untuk menghindari kesalahan pengkabelan. Jika terpaksa, usahakan ukuran
kabel antara modul kanan dan kiri sama panjang dan sependek mungkin.

5. Sebaiknya ambil jalur ground untuk speaker dari ct elko bukan dari ct trafo,
jika di papan pcb terpasang dua elko besar (seperti elko power supply), ambil
jalur ground speaker dari sini, dan cek dengar!

6. Untuk power supply radio (TX ataupun rx) yang sangat sensitif, gunakan kapasitor
4x100nf, pasang 4 kapasitor ini dengan mem-parallel pada tiap dioda (bridge).

7. Pada rangkaian tone control IC op-amp yang menggunakan catu daya simetris,
pemasangan kabel ground cukup diambil dari kabel ground signal saja. sebaiknya
IC power supply (7812) dipasang dekat dengan power supply utama, bukan
dipasang dekat tone control.

8. gunakan selalu kabel stereo yang terselubung sempurna (kabel stereo warna
merah putih yang tertutup ground dan terbungkus kulit transparan.

9. Untuk power supply, gunakan kapasitor elko sebesar 2200uF per amper

10. Perbesar kabel ground dan sependek mungkin, terutama sepasang elko (jalur ct antar elko) power supply (bisa dicoba untuk amplifier blazer)

11. Untuk amplifier yang dipasang dengan komputer sebaiknya casing jangan di ground tanah kalau casing PC sudah diground tanah

12. Pasang tiap kit rangkaian tanpa meng-groundnya lewat mur/baud/spacer. Jangan sampai jalur ground yang ada di lubang pcb terhubung ke casing/box. Jangan ikuti ground ini. ground yang menempel ke casing harusnya satu saja. bila perlu gunakan spacer plastik

Mengatasi noise:

1. Gunakan komponen aktif (IC) yang berkualitas seperti TL084, TL074, bukan
LM324. LM324 merek apapun noise. Sablonan TL084 yang lebih terjamin asli berwarna kuning (ST), bukan putih. Untuk saat ini, IC TL084 yang disablon putih tidak stabil bekerja difrekuensi
tinggi (treble pecah & lebih noise). Untuk IC 4558 (NE5532) gunakan JRC4558D sablon warna putih biasa atau TL072 - TL082 kuning, LF353 noise. LM741 (NE5534) bisa diganti dengan HA17741 hitachi, LF351 mungkin noise juga, belum pernah coba.
kita tidak usah mencari-cari yang bermerek dan harga yang lebih mahal karena ini yang paling low noise.

2. Jika perlu, pada rangkaian power amplifier OCL, turunkan gain-nya dengan menurunkan nilai
resistor gain yang ada di jalur speaker dari 33k menjadi 22k, ini meniru gain-clone amplifier yang lebih rendah noise.

3. Sebaiknya sederhanakan rangkaian, rangkaian yang terlalu komplek lebih rentan terhadap noise dan gangguan.

4. Sebaikya potensio/volume dipasang di-input power amplifier, seperti amplifier professional tanpa tone control.

Selamat Mencoba......... :D
Nah.. Sobat bloger.. di dalam setiap rangkaian seperti power amp, tone control, dan rangkaian lainnya, pasti akan membutuhkan suplai atau tegangan yang di dapat dari trafo.
Dan disini pula saya akan menjelaskan pembuatan power suplay 5A yang bertegangan 220V AC

Gambar Skema Power Suply :
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiohrpCSnuT0Waz0BNYapaphZOuMcX1PYXLdpE9ly86-70sFjN1Q34dWSc2AmsvRuLtroiHMVeRXzvrBE7jsMsY5UkVC5psfFvBLNvkJIrADQUtotk9lzC_Xe10uHfruyvVwYtWpO80diNc/s400/psu.gif

Daftar Komponen Yang Dibutuhkan :
1. T1 =  Trafo 5 Amper
2. C1,C2 =  6800uF/ 50V
3. D1,D2,D3,D4 =  1N 1418 /2A
4. R1,R2 =  15K /1W
5. S1 =  Saklar SPST

Hmmm... bahan komponennya cukup mudah di dapat kan..

Untuk tgangan output, sobat boleh menggunakan tegangan input trafo sesuai dengan egangan dari rangkaian, dan usahan jangan menguunakan tegangan input melebihi tegangan dari kapasitor, karena kapasitor akan panas dan meledak.
Dan untuk menghasilkan tegangan output yang sempurna, gunakanlah kabel tegangan tinggi, karena akan mempengaruhi kualitas tegangan dan besar arus yang digunakan.

Cukup mudahkan sobat blooger... Selamat bereksperimen yha....